Breaking News

,

Pakar Hukum UI: RUU Omnibus Law Memiliki Perspektif Kesetaraan Kesejahteraan Sosial

Pengajar Program Pascasarjana Bidang Studi Ilmu Hukum Universitas Indonesia (UI) Prof. Indriyanto Seno Adji (kiri) dan CEO Serasa Food, Yuszak M. Yahya. (kanan).
Depok, Laras Post - Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja masih menuai pro dan kontra di masyarakat

Namun cukup banyak elemen masyarakat yang mendukung pembahasan RUU ini dilanjutkan. 

RUU ini dinilai memiliki nilai positif untuk meningkatkan ekonomi, menciptakan pertumbuhan investasi, mereduksi birokrasi koruptif, namun tetap menjaga sinergitas pemerintah pusat dan daerah.  

Menurut Pakar Hukum Universitas Indonesia (UI) Prof. Indriyanto Seno Adji, RUU Omnibus Law memiliki perspektif equal social welfare atau kesetaraan kesejahteraan sosial. 

"Omnibus Law Cipta Kerja perspektifnya equal social welfare. Maknanya untuk segalanya, terkait suatu produk regulasi perundangan, sehingga regulasi ini didayagunakan  karena visi dan misi yang diembannya dalam kerangka rekodifikasi, reevaluasi, harmonisasi dan  sinkronisasi harmonisasi, dan sinkronisasi peraturan hukum yang terkait dengan ketenagakerjaan," jelas pengajar Program Pascasarjana Bidang Studi Ilmu Hukum UI ini dalam keterangannya, Selasa (16/6/2020).

Sementara, praktisi usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) yang juga founder sekaligus CEO Serasa Food, Yuszak M. Yahya menyatakan dirinya optimis RUU Omnibus Law CIta Kerja bisa membawa dampak positif untuk membantu UMKM bersaing dengan industri-industri besar.

"Diharap pembahasan klaster UMKM menjadi prioritas dalam pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja. UMKM terdampak krisis Covid-19 hingga bisa menjadi penyumbang PHK terbesar," harap Yuszak.

Ia menambahkan, selain masalah perizinan, pelaku UMKM juga mengharapkan sejumlah aspek penting lainnya dari RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

"Selain perizinan, juga mengenai upah minimum, pendanaan dan akses pemasaran yang menjadi aspek paling berpengaruh dari RUU Cipta Kejra buat UMKM. Ini juga berdampak pada pengembangan UMKM pasca pandemi Covid-19," tukasnya. (her)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai