sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Usai Penerapan PSBB, Ribuan Pengunjung Berkemah di Geger Bintang Matahari,Lembang


Bandung Barat, Laras Post - Seribuan pengunjung memasuki kawasan Wana Wisata Geger Bintang Matahari (GBM), Gunung Putri Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Sabtu (20/6/2020) hingga Minggu (21/6/2020). 

Lokasi parkir kendaraan yang disediakan pengelola juga sudah penuh. Kendaraan roda 4 yang membawa tim Laras Post dan beberapa kendaraan pengunjung lainnya, Sabtu (20/06/2020) terpaksa diparkirkan di lokasi parkir yang dikelola warga yang berjarak 200 M dari pintu masuk tempat wisata ini.  

“Pengunjung sejak kemarin (Sabtu, 20/6/2020) bisa mencapai seribuan, kang.  Karena Covid, tempat ini (GBM, Gunung Putri Lembang. Red) sempat ditutup, dan baru buka kembali sekitar semingguan,“ kata Cucu, petugas parkir menjawab pertanyaan Laras Post saat Laras Post mengeluarkan kendaraan dari parkir tersebut, Minggu (21/6/2020.

Pengamatan Laras Post, di malam Minggu itu, ratusan tenda kemah tampak memenuhi punggung Gunung Putri yang didirikan di antara pepohonan pinus. Namun sebelum memasuki wana wisata ini, di pintu masuk pembelian tiket semua pengunjung di cek suhu badan melalui termogun oleh petugas pengelola. Pengunjung saat memasuki wana wisata ini diwajibkan mengenakan masker, dan petugas tidak lupa meminta pengunjung untuk menjaga jarak fisik dan jarak pendirian tenda camping. 

Bagi keluarga dan pendaki pemula, tampaknya Wana Wisata (WW) Geger Bintang Matahari Gunung Putri, Desa Jayagiri Lembang KBB, menjadi pilihan liburan dan berakhir pekan karena medannya tidak terlalu ekstrem. Fasilitasnya pun cukup lengkap yakni ada musala dan toilet. 

Wisata ini cocok bagi traveler yang punya hobi mendaki. Treknya memang tak begitu panjang, tapi suguhan pemandangan pohon pinus dan panorama Bandung Utara menjadi teman di perjalanan. Walaupun demikian, wartawan Laras Post juga sempat kewalahan melakukan pendakian melalui trek yang sudah dipaving block itu.


Kebetulan saat Laras Post mengunjungi wana wisata ini, cuaca sangat cerah.  Saat malam, ketika tiduran dekat api unggun, bersama seluruh pengunjung, tim Laras Post dapat menikmati pemandangan langit bertabur bintang sekaligus menikmati night cityview  lampu kota sekitar wilayah Lembang hingga sebagian Kota Bandung. 

Sementara, pada pagi hari, pengunjung pun disuguhi pemandangan indah cahaya keemasan saat sunrise. Saat siang,  dengan mata telanjang bisa melihat garis lurus patahan Lembang, tebing dan batu dari jauh, serta keindahan pegunungan bentang alam Kawasan Bandung Utara ini. Wajar saja, tempat ini dinamakan Geger Bintang Matahari (GBM).

Di Minggu pagi itu, tampak beberapa anak-anak bermain di antara pepohonan pinus dan tenda di punggung Gunung Putri ini. “Mereka baru bangun tidur, sudah makan pagi. Sekarang mereka bermain. Mereka juga ingin menikmati suasana dan keindahan alam terbuka. Untuk saat ini, mereka  bisa melupakan kebosanan saat Bersekolah dari Rumah di masa PSBB,“ kata Dewi Damanik, warga Cilame, Ngamprah, KBB, Minggu (21/6/2020) pagi. 

Dewi yang juga tenaga paramedis RSKG Ny. R.A. Habibie Bandung itu mengaku bahwa spot GBM di Gunung Putri Lembang cukup sensasional  dan menarik. Biaya berwisata ke GBM ini relatif  murah meriah. “Yang perlu diperhatikan pengelola adalah kebersihan dan ketersediaan air di toilet yang sangat minim apalagi pengunjungnya ramai seperti ini,“ ujar Dewi.


Informasinya, wana wisata GBM ini dibuka untuk umum pada 1 April 2016, dikelola Perum Perhutani-Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bandung Utara. Tiket masuk pasca penerapan PSBB (sejak 27 November 2019) adalah sebesar Rp20.000 per pengunjung yang dilengkapi dengan Asuransi Kecelakaan Diri Pengunjung. 

Dikabarkan juga, KPH Bandung Utara juga melibatkan masyarakat sekitar hutan di Desa Jayagiri yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Masyarakat sekitar tampaknya telah dilibatkan dalam  keamanan, ketertiban, kebersihan di lokasi GBM. 

Selain itu, masyarakat juga yang digerakkan untuk mengembangkan potensi kuliner, pelayanan sewa peralatan camping serta penjualan kayu bakar, dan pelayanan lainnya terhadap tamu. (desmanjon)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda