Breaking News

,

Yayasan dan Verifikasi Faktual (2)

Oleh: Kamsul Hasan


Yayasan bukan saja bentuk badan hukum perusahaan pers yang paling cocok untuk pengelolaan media komunitas namun juga untuk usaha pers lainnya.

Pasal 1 angka 1 UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers, tersurat jelas "Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melakukan kegiatan jurnalistik."

Jadi, sesungguhnya pers itu adalah lembaga sosial bukan industri, bila membaca ketentuan umum. Meski Pasal 3 ayat (2) tentang fungsi pers, dapat menjadi lembaga ekonomi.

Belakangan ini menjadi terbalik, salah satu fungsi pers yang mengatakan, dapat menjadi lembaga ekonomi seharusnya sunnah menjadi hal wajib.

Itu terlihat pada persyaratan verifikasi faktual Dewan Pers. Indikator ekonomi dijadikan kewajiban harus dipenuhi seperti upah dan lain lain. Ini membuat pers menjadi industri, bukan lagi lembaga sosial.

Covid-19 membuat sebagian besar industri pers berdampak. Kewajiban verifikasi faktual terlanggar. Perusahaan terverifikasi faktual tidak bayar gaji dan atau pesangon serta kesejahteraan lainnya.

Bahkan pers industri terverifikasi faktual, mengeluh dan meminta bantuan pemerintah. Padahal UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers, bisa dibilang menghilangkan peran pemerintah.

Pendanaan Dewan Pers pada Pasal 15 dengan jelas mengutamakan dari perusahaan pers dan masyarakat. Peran pemerintah berada pada paling akhir, meskipun kenyataannya terbalik.

UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers juga tidak memiliki peraturan pemerintah karena pers ingin mandiri dan tidak ingin lagi dibina seperti era orde baru. Pemilihan anggota Dewan Pers juga tak melibatkan pemerintah dan DPR.

Bila jujur, sebelum Covid-19 sudah ada perusahaan pers terverifikasi faktual tidak bayar gaji atau upah maupun pesangon, itu terbukti pada putusan PHI di PN Jakarta Pusat.

Anehnya Dewan Pers tidak meninjau status perusahaan pers yang melanggar persyaratan verifikasi faktual seperti diputuskan PHI dan sudah diberitakan berbagai media.

Jadi, apakah benar verifikasi faktual untuk melindungi kesejahteraan wartawan dan karyawan perusahaan pers ?

Kembali pada soal yayasan dan verifikasi faktual, Dewan Pers harus membuat pengecualian, sebab Pasal 5 ayat (1) UU No.16 Tahun 2001 tentang Yayasan, melarang dan ada sanksi pidananya.

Pendiri yayasan yang menjadi pembina, pengawas dan pengurus serta yang terafiliasi tidak boleh menerima honor atau gaji dari kekayaan yayasan.

Mahkamah Konstitusi (MK) sudah menolak uji materi yang meminta agar pasal itu dihapuskan. Pendiri yang menerima honor dari kekayaan yayasan tetap dapat dipidana.

Semoga Dewan Pers saat verifikasi faktual terhadap badan hukum perusahaan pers berbentuk yayasan memahaminya. Kedudukan UU Yayasan lebih tinggi dari peraturan Dewan Pers, Jangan sampai melanggar hukum ! (Penulis adalah praktisi pers)

2 komentar:

  1. Assalamualaikum wr.wb




    Kami di Arab Credit Group telah luar biasa ketika datang untuk membantu orang-orang dalam masalah keuanganan mereka dengan utang yang tak terhitung jumlahnya untuk membayar, tugas kami adalah untuk membantu Anda dengan pinjaman untuk menyelesaikan semua masalah keuangan Anda, dan menjadi keuangan yang stabil lagi. platform pembayaran kami sederhana, kami menyediakan Anda dengan suku bunga terendah 2% pinjaman Anda dapat menemukan, Arab Credit Group adalah Perusahaan pinjaman yang dimiliki oleh Keluarga Arab kami, kami telah memutuskan untuk membantu saudara-saudari kami untuk menjadi kuat secara finansial seperti yang diperintahkan Tuhan. kami di sini untuk memberi Anda bantuan untuk sukses dalam hidup.

    Hubungi kami dengan.
    Perusahaan: Arab Credit Group
    Email: Arabcreditgroup@gmail.com
    Pin BBM: {E39B5EE5}  

    BalasHapus
  2. Halo semuanya, saya Rika Nadia, saat ini tinggal orang Indonesia dan saya warga negara, saya tinggal di JL. Baru II Gg. Jaman Keb. Lama Utara RT.004 RW.002 No. 26. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberikan saran nyata kepada semua warga negara Indonesia yang mencari pinjaman online untuk berhati-hati karena internet penuh dengan penipuan, kadang-kadang saya benar-benar membutuhkan pinjaman , karena keuangan saya buruk. statusnya tidak begitu baik dan saya sangat ingin mendapatkan pinjaman, jadi saya jatuh ke tangan pemberi pinjaman palsu, dari Nigeria dan Singapura dan Ghana. Saya hampir mati, sampai seorang teman saya bernama EWITA YUDA (ewitayuda1@gmail.com) memberi tahu saya tentang pemberi pinjaman yang sangat andal bernama Ny. ESTHER PATRICK Manajer cabang dari Access loan Firm, Dia adalah pemberi pinjaman global; yang saya hubungi dan dia meminjamkan saya pinjaman Rp600.000.000 dalam waktu kurang dari 12 jam dengan tingkat bunga 2% dan itu mengubah kehidupan seluruh keluarga saya.

    Saya menerima pinjaman saya di rekening bank saya setelah Nyonya. LADY ESTHER telah mentransfer pinjaman kepada saya, ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah Rp600.000.000 yang saya terapkan telah dikreditkan ke rekening bank saya. dan saya punya buktinya dengan saya, karena saya masih terkejut, emailnya adalah (ESTHERPATRICK83@GMAIL.COM)

    Jadi untuk pekerjaan yang baik, LADY ESTHER telah melakukannya dalam hidup saya dan keluarga saya, saya memutuskan untuk memberi tahu dan membagikan kesaksian saya tentang LADY ESTHER, sehingga orang-orang dari negara saya dan kota saya dapat memperoleh pinjaman dengan mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi LADY ESTHER melalui email: (estherpatrick83@gmail.com) silakan hubungi LADY ESTHER Dia tidak tahu bahwa saya melakukan ini tetapi saya sangat senang sekarang dan saya memutuskan untuk memberi tahu orang lain tentang dia, Dia menawarkan semua jenis pinjaman baik untuk perorangan maupun perusahaan dan juga saya ingin Tuhan memberkati dia lebih banyak,

    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: (rikanadia6@gmail.com). Sekarang, saya adalah pemilik bangga seorang wanita bisnis yang baik dan besar di kota saya, Semoga Tuhan Yang Mahakuasa terus memberkati LADY ESTHER atas pekerjaannya yang baik dalam hidup dan keluarga saya.
    Tolong lakukan dengan baik untuk meminta saya untuk rincian lebih lanjut tentang Ibu dan saya akan menginstruksikan, dan ada bukti pinjaman, hubungi LADY ESTHER melalui email: (estherpatrick83@gmail.com) Terima kasih semua

    BalasHapus

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai