sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » 897 Jemaah Haji Ajukan Permohonan Pengembalian Setoran Pelunasan

Jemaah haji tahun 2019
Jakarta, Laras Post – Hampir Sembilan ratus calon jemaah haji mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1441H/2020M.

"Sampai hari ini, ada 897 jemaah yang mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan,” kata Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Muhajirin, di Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Dari 897 jemah yang mengajukan permohonan pengembalian itu, sebanyak 851 jemaah sudah keluar Surat Perintah Membayar. “Mestinya sudah terkirim uangnya ke rekening mereka," terang Muhajirin.

Sebelumnya, akibat pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda dunia, Kementerian Agama mengumumkan pembatalan keberangkatan jemaah haji 1441H, pada 2 Juni 2020. 

Bersamaan itu, Kemenag memberikan opsi bagi jemaah yang sudah melunasi Bipih dapat menarik kembali setoran pelunasannya.

Bagi jemaah haji yang akan menarik kembali setoran pelunasan, harus mengajukan permohonan pengembalian ke Kantor Kemenag Kabupaten atau Kota. 

Pengajuan itu lalu diproses ke Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dan Bank Penerima Setoran (BPS). 

Setelah mendapat Surat Perintah Membayar (SPM) dari BPKH, BPS akan mentransfer dananya ke rekening jemaah. Secara prosedur, proses ini berlangsung selama sembilan hari kerja sejak berkas permohonan dinyatakan lengkap oleh Kankemenag Kabupaten atau Kota.

"Sejauh ini, pengurusan pengembalian setoran pelunasan jemaah sesuai prosedur, maksimal sembilan hari," ujar Muhajirin.

Ia mengungkapkan, dari 897 jemaah yang mengajukan, ada empat orang yang masuk kategori prioritas lansia dan 21 orang yang masuk kategori cadangan. 

“Mulai tahun ini, Kemenag mengalokasikan 1% kuota prioritas lansia. Jumlahnya sekitar 2000 jemaah. Selain itu, ada lebih 4000 jemaah yang melakukan pelunasan dengan status cadangan,” terangnya.

Muhajirin menambahkan, jemaah yang mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan, tersebar di 34 provinsi. Lima provinsi dengan jumlah pengajuan terbesar adalah Jawa Timur (172), Jawa 

Tengah (161), Jawa Barat 130), Sumatera Utara (60), dan Lampung (46). Provinsi Maluku baru satu jemaah yang mengajukan permohonan. Ada tiga provinsi dengan dua jemaah mengajukan pengembalian setoran awal, yaitu: Maluku Utara, Papua, dan Kalimantan Utara. (her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda