sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Alex Asmasoebrata Akhirnya Harus ‘Tune Up’

Alex Asmasoebrata bersama sejumlah wartawan yang juga sahabatnya saat membesuk di kediamannya di kawasan jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta.
Jakarta, Laras Post -  Sepertinya tidak ada yang bisa mematahkan semangat Alex Asmasoebrata. 

Baru beberapa hari pulang dari rumah sakit dengan tubuh masih penuh selang, gaya bicara mantan pembalap yang kini jadi pengusaha ini tetap lantang. Bahkan, dengan bangga ia menunjukan hasil operasi.

“Saya itu tidak pernah sakit. Bahkan, sakit yang sekarang ini juga saya tidak tahu. Tidak merasakan apa pun. Cuma orang-orang dekat bilang saya sakit. Karena kuku dan mata saya kuning. Sementara saat ditanya, saya bilang biasa saja. Karena penasaran. Saya pun periksa,” kata Alex di kediamannya di kawasan jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta saat bercerita dengan sejumlah wartawan sahabatnya yang membesuk, Kamis (23/7/2020).

Alex bercerita bahwa ada saluran yang tersumbat antara kantung empedu dengan lever. ”Kalau di dunia otomatif harus disemprot. Di’tune up’,” katanya terkekeh.


Alex boleh santai. Tapi rupanya sakitnya cukup ‘gawat’. Harus dioperasi. Bahkan sampai harus dua kali operasi karena operasi pertama gagal. “Saya marah sekali. Kenapa sampai gagal? Saya mau dioperasi lagi, tapi hanya mau bayar biaya operasi yang berhasil,” cerita Alex.

“Biayanya yang luar biasa,” lanjut pria yang tahun ini berusia 69 tahun bercerita betapa mahalnya biaya rumah sakit.

Di saat kesal, putrinya, Alexandra Asmasoebrata mengirim pesan yang isinya kurang lebih, bahwa Alexandara pesan pada ayahnya agar jangan marah-marah. Tidak boleh memikirkan kerjaan dulu. Fokus sama penyembuhan dan berobat. Soal biaya, biar dia tanggung. “Isinya itu membuat saya menangis. Rupanya anak saya sayang sekali sama saya,” kata Alex.

Rupanya kalau dengan Alexandra, putrinya yang mengikuti jejaknya sebagai pembalap dan memberinya cucu, Alex takluk.

Tapi, soal sakit dan lain hal, Alex tetap keras. Termasuk bagaimana kritiknya terhadap kualitas beras bantuan sosial (Bansos), yang menurutnya ada yang tidak layak. “Ini dari uang rakyat. Mana mau rakyat makan beras seperti itu. Kasihan Menteri Sosial. Dia orang baik. Malah diperlakukan oleh jajaran dibawahnya seperti itu,” kata Alex keras.


Belakangan Alex memang memasok Bansos. Tapi ia mengaku, beras yang ia bagikan merupakan beras premium. Bahkan ia memperlihatkan contoh beras yang ia bagikan, dengan beras Bansos lain. “Coba bandingkan sendiri kualitasnya?” katanya.

“Kasihan rakyat. Sekarang lagi susah,” lanjutnya sambil berdiri memegang selang atau kateter yang masih menempel di perutnya.

Soal sakit ini, rupanya Alex cukup bijak. Bahkan santai saja. “Mungkin ada sebagian rejeki orang lain yang belum saya bagikan. Jadinya harus bayar dengan cara seperti ini,” katanya santai.

Memang, 10 tahun belakangan ini Alex mengaku sudah berubah. Waktunya banyak diisi dengan sholat. Sholat tahajud pun tidak pernah tinggal. Sang pembalap yang garang di masa mudanya ini, kini lebih relijius. Cepat sembuh om Alex. (Her)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda