sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Satgas Yonif 641 Amankan Pelintas Batas Ilegal saat Operasi Gabungan

Satgas gabungan Intelijen Kodam XII/Tpr, dan BAIS TNI, berhasil mengamankan enam WNI yang akan memasuki wilayah Malaysia melalui jalan-jalan ilegal di perbatasan Entikong.
Jakarta, Laras Post - Operasi gabungan yang dilakukan Satgas Yonif R 641, Satgas gabungan Intelijen Kodam XII/Tpr, dan BAIS TNI, berhasil mengamankan enam WNI yang akan memasuki wilayah Malaysia melalui jalan-jalan ilegal di perbatasan Entikong.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-MLY Yonif R 641/Bru, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, seperti dilansir dari Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad), Selasa (1/7/2020).

Dikatakannya, selain itu juga diamankan AR warga Entikong yang betindak sebagai penunjuk jalan, dan 4 warga Entikong lainnya dengan inisial IT, R, PH, dan S yang berperan sebagai penyalur TKI dan penghubung di lapangan.


“Setelah dilakukan pemeriksaan, mereka dan beberapa barang bukti diserahkan kepada Polsek Entikong untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Lebih lanjut, Dansatgas menegaskan bahwa kegiatan pengamanan perbatasan akan selalu dilakukan, terutama  pada jalan-jalan ilegal di wilayah perbatasan yang dimanfaatkan berbagai aktivitas ilegal, seperti penyelundupan, peredaran narkoba, pelintas batas ilegal, dan lain-lain. 

“Akan rutin kita lakukan melalui operasi secara bersama dan terpadu dengan melibatkan pihak terkait, dalam menjamin keamanan perbatasan terhadap aktivitas ilegal,” ucap Kukuh.


Dansatgas juga mengharapkan dan mengimbau, agar masyarakat yang akan masuk ke Malaysia mengikuti aturan yang berlaku, baik aturan administrasi Indonesia maupun Malaysia. 

“Apalagi di saat wabah Covid-19 ini, ada aturan tambahan yang dikeluarkan dari negara masing-masing. Jadi warga kita perlu mengetahui dan mengikutinya,” ujar Kukuh.

“Semua demi keamanan, kenyamanan, dan kelancaran bagi masyarakat itu sendiri,” pungkasnya. (Her)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda