sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Terkait Dugaan Salah Tembak di Poso, Polri Siap Tindak Pelanggaran SOP

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono
Jakarta, Laras Post – Polri sedang melakukan investigasi dugaan salah tembak terhadap warga Poso oleh tim Satgas Tinombala. Kapolri akan menindak tegas bila anggotanya melakukan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Kasus penembakan tersebut, saat ini ditangani oleh Mabes Polri. Pada tanggal 8 – 13 Juni 2020 lalu, Danpas Pelopor dan Karo Provost telah berkunjung ke Poso, Sulawesi Tengah untuk melakukan investigasi terhadap 12 anggota atau 1 tim yang pada saat itu bertugas mengamankan wilayah itu,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, Senin (6/7/2020).

Menurut Awi, untuk penyelidikan lebih lanjut, pihaknya telah menarik 12 Anggota Brimob yang tergabung dalam Satgas Tinombala, ke Jakarta.

Adapun Satgas Tinombala bentukan Polri ditugaskan ke Poso untuk memburu 14 DPO kelompok Ali Kalora.

Lebih lanjut Awi mengungkapkan, kronologis kasus dugaan salah tembak yang terjadi di KM 09 Desa Kawende, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso.

Menurut Awi, anggotanya yang bertugas di perbatasan mengawasi secara ketat akses keluar masuk siapapun. Saat itu, ada dua orang yang melewati akses itu. Namun, keduanya tidak mengikuti instruksi Satgas Tinombala untuk tidak bergerak sehingga diberikan tembakan peringatan.

Ia menjelaskan, TKP penembakan yakni KM 09 Desa Kawende Kecamatan Poso Pesisir Utara Kabupaten Poso berdasarkan analisa Tim intelijen dan Tim IT memang wilayah tersebut merupakan zona merah yang sering muncul gangguan seperti kontak senjata. 

“Demi menjaga keamanan dan keselamatan warga di wilayah tersebut, maka dibentuklah Pos Sekat yang berfungsi sebagai control, yaitu bagi setiap warga yang hendak keluar atau masuk wilayah KM 09 harus melapor kepada petugas terlebih dahulu,” jelasnya.


Saat kejadian, lanjut Awi, pada Selasa (2/6/2020) pukul 15.15 WITA, sedang hujan sehingga tidak ada masyarakat yang turun ataupun pulang. 

“Pada saat kejadian kedua korban yang memasuki area KM 09 tidak melapor ke petugas Pos Sekat terlebih dahulu, sehingga sebagaimana aturannya, tim yang bertugas patut mewaspadai dan segera melakukan ambush (penyergapan/penghadangan) terhadap kedua orang tidak dikenal,” sambung dia.

Awi menyebutkan, anggotanya sudah melakukan penyergapan sesuai SOP. Usai dilakukan tembakan peringatan, anggota Brimob menghampiri kedua orang tak dikenal itu dan ternyata mereka adalah warga dari desa tersebut. Mereka pun dilarikan ke posko untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Karo Penmas menegaskan, petugas sudah bertindak sesuai dengan SOP dalam penugasan yaitu melakukan upaya awal memberi peringatan dengan berteriak, jangan bergerak, dan jangan melarikan diri. 

Namun peringatan awal tersebut tidak dihiraukan, sehingga petugas memberikan tembakan peringatan namun orang tersebut masih berupaya melarikan diri kemudian petugas melakukan penembakan mengakibatkan keduanya meninggal dunia. 

“Mengetahui yang ditembak jatuh, maka anggota Brimob menghampiri dan mengecek orang tersebut, ternyata mereka ada yang tahu bahwa korban berasal dari KM 09 yaitu Desa Kawende Kecamatan Poso Pesisir Utara, selanjutnya terhadap korban dilakukan evakuasi ke desa,” tuturnya. (her)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda