sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Seni Budaya dan Hiburan

» » Tingkatkan Ekspor Produk Mamin ke Kanada, Kemendag Gelar Business Matching Virtual

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto
Jakarta, Laras Post - Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver menggelar penjajakan kesepakatan dagang (business matching) secara virtual antara pelaku usaha Indonesia dan eksportir Indonesia. Acara yang diikuti 36 eksportir mamin Indonesia dan 8 importir Kanada, pada Kamis (16/7/2020).

Adapun produk mamin yang ditawarkan antara lain kopi, teh, minuman jahe, bumbu masak, berbagai saus siap pakai, rempah-rempah, makanan laut, keripik, mi instan, sarang burung walet, dan produk berbahan baku gula (confectionery products).

“Kementerian Perdagangan akan terus menggencarkan strategi pengembangan ekspor di tengah pandemi Covid-19. Business matching virtual ini menjadi salah satu langkah yang tepat di tengah pembatasan pertemuan tatap muka,” jelas Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dalam rilis yang Laras Post, terima pada Jumat (17/7/2020) pagi.

Sementara itu, dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan menyampaikan, saat ini industri mamin olahan menghadapi tantangan ekspor yang cukup berat karena pandemi Covid-19 menyebabkan pembatasan sosial. 

"Kebijakan karantina yang diberlakukan banyak negara tujuan ekspor, termasuk negara-negara pemasok bahan baku di dunia, tidak menyurutkan semangat ekspor produk mamin olahan Indonesia. Kami yakin produk mamin olahan Indonesia tetap sangat dibutuhkan pasar dunia. Kemendag akan terus mendorong pengembangan ekspor mamin untuk mengawal kinerja ekspor khususnya di tengah pandemi Covid-19," tegas Kasan.

Untuk persiapan business matching ini, lanjut Kasan, Kementerian Perdagangan telah menyampaikan profil masing-masing pelaku usaha sehingga eksportir dan importir dapat menjalin komunikasi sejak awal sebelum hari pelaksanaan kegiatan. “Persiapan satu langkah lebih awal ini diharapkan akan menghasilkan transaksi lebih besar," imbuh Kasan.

Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor, Iriana Trimurty Ryacudu menjelaskan, penyelenggaraan business matching dilaksanakan di beberapa lokasi berbeda yaitu di Kantor ITPC Vancouver Kanada sebagai tempat berkumpulnya para buyer dan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku, serta di kantor eksportir masing-masing. Tema business matching dipilih menyesuaikan dengan jenis produk yang berpeluang siap ekspor, baik berdasarkan permintaan Kanada maupun berdasarkan potensi suplai di dalam negeri.

Iriana juga menjelaskan, rangkaian penyelenggaraan business matching virtual Indonesia-Kanada dijadwalkan dalam empat gelombang. Pertama, pada bulan Juli 2020 dengan fokus pada produk makanan dan minuman olahan. Kedua, pada bulan September 2020 dengan fokus pada produk alas kaki, fesyen, serta tekstil dan produk tekstil.

Ketiga, di bulan Oktober 2020 untuk produk alat-alat kesehatan, obat-obatan termasuk herbal, serta produk kimia dan farmasi. Keempat, pada bulan November 2020 untuk produk mebel termasuk furnitur bongkar-pasang (knock-down furniture), dekorasi rumah, dan perabotan serta peralatan rumah tangga.

Indonesia menempati peringkat ke-31 sebagai negara asal impor Kanada. Total perdagangan kedua negara periode Januari─Mei 2020 mencapai USD 974,65 juta. Nilai ini menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang mencapai USD 1,26 miliar. Sedangkan total perdagangan tahun 2019 sebesar USD 2,69 miliar. Lima produk ekspor utama Indonesia ke Kanada yaitu produk karet, alas kaki olahraga, kakao, ban, dan kertas. (her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda