Breaking News

,

Oknum Perangkat Desa Karangpandan Diduga Selewengkan Anggaran Pembinaan Umat Beragama


Malang, Laras Post - Oknum Perangkat Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang dilaporkan ke Polres Malang atas dugaan  penyelewengan anggaran dana desa untuk pembinaan umat beragama tahun 2016 sebesar Rp. 35 juta.

Ketua Pengurus Pura Kahyangan Jagad Kendalisodo Desa Karangpandan Sa›i mengatakan, ada dugaan penyelewengan anggaran sebesar Rp.35 juta yang diperuntukkan bagi pembinaan umat beragama di desa Karangpandan.

Menurut Sa'i, anggaran Rp.35 juta terbagi tiga unsur agama, untuk Hindu dan Kristen masing-masing 10 juta dan untuk agama Islam 15 juta. Namun dalam prakteknya anggaran tersebut tidak sampai ke tangan pengurus keagamaan. Seperti di agama Hindu, anggaran tersebut tidak sampai di tangan pengurus Pura Desa Karangpandan.

“Anggaran pembinaan umat di agama hindu saat itu sudah di berikan oleh pemerintah desa melalui pelaksana kegiatan (PK), dan melalui PK dititipkan oleh salah satu oknum perangkat desa, namun oleh oknum perangkat tidak diberikan ke pengurus pura,” terang Sa'i.

Dari penulusan Sa'i, ada bukti yang direkayasa oleh oknum perangkat desa, salah satunya adalah kegiatan pembinaan kerukanan umat beragama pada tahun 2016. 

Dalam laporan kegiatan tersebut telah mengundang tiga tokoh agama, salah satunya Singgih Pandita Tanaya N dan Mangku Pinandita Paijan. Namun menurut Sa›i, Singgih tidak pernah diundang dalam kegiatan apapun di Desa Karangpandan.

Sa’i menegaskan, ada indikasi terjadi pemalsuan data dan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan perangkat desa Karangpandan.

“Saya tanya langsung, beliau tidak pernah ada undangan apalagi datang ke Desa Karangpandan. Dari dasar itulah, akhirnya saya resmi melaporkan ke Polres Malang atas dugaan penyelewangan anggaran pembinaan umat beragama dan pemalsuan data tanda tangan yang dilakukan oknum perangkat desa» tambah Sa›i.

Kepala Desa Karangpandan Jumain membenarkan kalau ada perangkatnya dilaporkan ke pihak berwajib, namun dirinya belum bisa memberi penjelasan karena saat kejadian tahun 2016 dirinya belum menjabat kepala desa.

“Mohon maaf sementara saya belum bisa memberi banyak keterangan, apalagi sudah diproses pihak berwajib, khawatir nanti tidak sesuai,” ujarnya saat dikonfirmasi di kantor desa, belum lama ini.

Menurut kades Jumain, saat ini masih proses pemanggilan kedua oleh pihak berwajib, mereka adalah Sekdes baru, Sekdes lama yang saat ini dinas di kecamatan pakisaji dan kamituwo Bendo. (Gan)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai