Breaking News

,

Pemilik Ganja 210 kg Lolos dari Hukuman Mati

Ilustrasi palu hakim.
Tangerang, Larast Post - Terdakwa, Satrio wahyu Nugroho pemilik ganja 7 karung seberat 210 kg yang dituntut hukuman mati oleh Kasie Pidum (Pidana Umum)  Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan di Pengadilan Negeri Tangerang oleh JPU Taufik Akbar sesuai dengan Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang  narkotikadenda 1 miliar  lolos dari hukuman mati.

Dalam agenda sidang Pembacaan putusan lewat Teleconference terdakwa, Satrio Wahyu Nugroho, yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Elli istinawati. Terdakwa lolos dari hukuman mati, karena Majelis Hakim tersebut memvonis terdakwa hanya dengan  hukuman 18 Tahun penjara denda 1 miliar, dan Subsidaer  4 bulan kurungan, di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (12/8/2020).

Dalam amar putusannya Ketua Majelis Hakim, Elli isnawati mengatakan, barang bukti narkotika jenis daun ganja sebanyak 7 karung dengan berat 210 kg  dirampas untuk dimusnahkan, sementara barang bukti 1 unit mobil Honda Brio dikembalikan kepada yang berhak. 

Selesai pembacaan putusan Ketua Majelis Hakim menanyakan terdakwa, Satrio Wahyu Nugroho apakah menerima putusan yang sudah dibacakan, kalau tidak terima terdakwa boleh banding, terdakwa menjawab pikir pikir.

Jaksa Penuntut Umum, Desy dari Kejaksaan Tangerang Selatan, yang menyidangkan terdakwa dalam pembacaan putusan, ketika ditanya hakim sikapnya terhadap putusan, sama dengan terdakwa, Satrio pikir pikir.  Jaksa harus tegas, karena vonis yang dijatuhkan hakim, biasanya dari tuntutan hukuman mati, paling seumur hidup.

Salah seorang Tokoh Masyarakat Tangerang, H. Sa'fei saat diminta tanggapannya terkait putusan hakim tersebut mengatakan, Hakim Pengadilan Negeri Tangerang yang terkenal dengan hukuman mati untuk pemilik narkoba, saat ini tak seperti dulu. 

"sudah tidak seperti dulu, diduga karena ada faktor X," tandas H. Sa'fei singkat.(tim)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai