Breaking News

,

Satgas Yonif 413/Bremoro Lakukan Bakti Sosial Sunat Masal Anak-Anak dan Orang Dewasa di Perbatasan

Satgas Yonif MR 413/Bremoro menyunat 14 anak-anak dan 4 orang dewasa di perbatasan RI-PNG pada sunatan massal dan pengobatan gratis yang digelar di Pos Kotis Skouw, Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Rabu (26/08/2020).
Jakarta, Laras Post - Dengan menggunakan alat sunat listrik hasil modifikasi dari alat solder dan diberi nama Morocutter, Satgas Yonif MR 413/Bremoro menyunat 14 anak-anak dan 4 orang dewasa di perbatasan RI-PNG pada sunatan massal dan pengobatan gratis yang digelar di Pos Kotis Skouw, Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Rabu (26/08/2020).

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413/Bremoro, Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han., dalam rilis tertulisnya di Muara Tami, Papua, Kamis (27/8/2020).

Dijelaskannya, dalam sunatan massal dan pengobatan gratis itu, sebanyak 18 orang terdiri dari 14 orang anak-anak dan 4 orang dewasa disunat dengan menggunakan Morocutter, sebuah alat sunat hasil modifikasi dari alat solder dan didesain oleh Dokter Satgas Yonif MR 413/Bremoro.


“Alat sunat ini, sudah kita gunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan berupa sunat gratis baik di _home base_ maupun di daerah penugasan saat ini,” kata Anggun.

“Untuk di daerah penugasan sudah 28 orang disunat dengan alat ini baik anak-anak maupun orang dewasa, antara lain di Kampung Baburia 2 orang, Kampung Ifia-Fia 3 orang, Kampung Kibay Distrik 5 orang, dan Kampung Skouw 18 orang,” jelasnya lebih lanjut.

Sementara itu, Lettu Ckm Dr. Agung Andrew selaku Dokter Satgas Yonif MR 413/Bremoro mengatakan bahwa cara kerjanya sangat sederhana yaitu memotong atau menyunat dengan menggunakan elemen panas dari alat solder yang sudah dimodifikasi bentuknya.


“Sama seperti sunat _electric cauter_ atau laser, namun alatnya hasil modifikasi dari alat solder yang kita rancang sendiri. Sederhana namun memiliki kemampuan efektif dan efisien,” ucap Agung.

“Dalam sepuluh detik alat sudah panas dan siap digunakan. Proses sunat sangat singkat, lima menit sudah dapat memberhentikan darah, dan satu setengah jam kemudian, orang yang disunat sudah bisa melakukan aktivitas berjalan kaki seperti biasanya,” lanjutnya.

Dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, pelaksanaan sunatan massal dan pengobatan gratis tersebut berjalan tertib, lancar, serta aman, dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Salah satunya Ilyas (42), warga yang mendapatkan pengobatan gratis dalam kegiatan tersebut.


“Selain mendapatkan pengobatan gratis, saya juga dapat menyunatkan anak saya di kegiatan ini. Sangat membantu dan bermanfaat bagi warga, terutama meringankan beban biaya untuk menyunatkan anaknya,” kata Ilyas.

“Anak-anak sangat senang dan memiliki kemauan tinggi untuk mengikuti sunatan, karena prosesnya sangat singkat sekali,” pungkasnya. (Her)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai