Breaking News

,

Syukuran 70 Tahun Sam Lantang Meriah

Syukuran Sami Leo Lantang, di Aula Gedung Dewan Pers, Jakarta, Sabtu (15/08).
Jakarta, Laras Post - 70 tahun usia Sami Leo Lantang, wartawan olahraga senior, dirayakan secara sederhana namun meriah, di Aula Gedung Dewan Pers, Jakarta, Sabtu (15/8/2020). 

Acara syukuran dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Namun itu tak  mengurangi kehangatan para tamu yang kesemuanya adalah pewarta olahraga lintas angkatan itu.

Sam Lantang, kelahiran 15 Agustus 1950 di Menado, Sulut, bangga sekaligus terharu dengan kehadiran rekan-rekannya. Disamping dihadiri banyak wartawan senior, tampak juga Andi Darussalam Tabusalla, mantan  ketua bidang liga PSSI. 


Sam Lantang sangat bersyukur menerima kehadiran Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Saputra Pane, Suryopratomo, yang segera memangku jabatan duta besar di Singapura, dan Steven Setiabudi Musa, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta.

Neta Saputra Pane, Suryopratomo  dan Steven Setiabudi Musa menjadi tamu istimewa karena sebelumnya mereka sama-sama mengabdi sebagai wartawan. Tamu istimewa lainnya adalah Mahfudin Nigara, mantan rekannya di Tabloid Bola yang kini menjadi staf khusus Menpora Zainuddin Amali.

Sam Lantang juga mengapresiasi kehadiran Ketua Umum PWI Pusat  Atal Sembiring Depari, Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah, dan Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch.Bangun.


Turut hadir juga H.Heru Pujihartono, pemilik katering Nendia Primarasa yang juga sekretaris dewan penasehat PWI Jaya.

"Saya sangat senang. Ini lebih membahagiakan dari acara pernikahan saya dulu," ungkap Sam Lantang, yang dua periode menjadi ketua Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Jaya

Kegembiraan juga dikemukakan oleh mereka yang hadir. Termasuk Steven Setiabudi Musa.

Steven, yang lama menjadi wartawan olahraga di harian umum Suara Pembaruan, menyebut Sam Lantang sebagai sosok inspiratif.

Steven sendiri menyapa Sam Lantang itu dengan Om Sam. 


Steven kemudian menceritakan awal perkenalannya dengan Sam Lantang dalam ajang Kobatama tahun 1999 di Surabaya. Ketika itu Sam Lantang menjadi salah satu anggota dewan juri untuk memilih pelatih dan manajer terbaik Kobatama.

”Saya mengenal lebih dekat dengan Om Sam pada ajang Kobatama 1999 itu, orangnya sangat menyenangkan. Tanpa batas, tak ada sekat antara yunior dan senior. Sebagai wartawan olahraga, saya banyak terinspirasi dari semangat dan cara pergaulan Om Sam baik dengan sesama insan pewarta olahraga maupun dengan induk organisasi cabang olahraga (PB/PP),’ kata Steven.

Politisi dari PDI Perjuangan ini menyebut Siwo merupakan organisasi profesi yang banyak dihuni oleh orang-orang hebat termasuk Sam Lantang. Meski dirinya sudah hampir 10 tahun meninggalkan dunia jurnalistik khusunya olahraga karena sudah menjadi wakil Rakyat di DPRD DKI, Steven mengaku tak pernah melupakan Siwo.


”Jujur, saya memang sudah hampir 10 tahun lamanya meninggalkan profesi wartawan olahraga, tapi hati saya tetap di Siwo. Mudah-mudahan Om Sam Lantang dipanjangkan umurnya, disehatkan selalu dan tetap berkarya bersama Siwo untuk membangun olahraga Indonesia lebih berprestasi,” tutur Steven Setiabudi Musa. (Adi)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai