Breaking News

,

Mencalonkan jadi Wakil Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Malang Mengundurkan Diri

Ketua DPRD Kabupaten Malang
Ketua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot saat menandatangani pengunduran diri dari Ketua. 

MALANG, LARAS POST - Turut andil dalam kontestasi Pemilukada 2020, Ketua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto menyatakan mundur dari jabatan Ketua DPRD Kabuten Malang. 

 

Agenda Pemilukada Bupati-Wakil Bupati Malang saat ini telah memasuki tahapan pengumuman pasangan calon (Paslon), salah satu paslon merupakan Ketua DPRD Kabupaten Malang. 


Bupati Malang, HM. Sanusi dalam rapat paripurna DPRD mengatakan, dalam rangka memenuhi amanat pasal 7 ayat (2) huruf (s) Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi undang-undang. 


"Pada pasal itu ditegaskan bahwa calon gubernur dan wakilnya, calon bupati dan calon Walikota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan menyatakan secara tertulis pengunduran diri sebagai anggota DPR, DPD, dan DPRD sejak ditetapkan sebagai paslon peserta Pemilihan," ujar Bupati Malang, HM. Sanusi pada rapat paripurna, Rabu (23/9/2020). 


Sanusi juga mengatakan, selain itu, sesuai dengan ketentuan pasal 4 ayat (1) huruf (t) peraturan KPU RI nomor 1 tahun 2020 tentang perubahan ketiga atas peraturan KPU nomor 3 tahun 2017 tentang pencalonan pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota. 


"Pada pasal itu menegaskan bahwa warga negara Indonesia dapat menjadi Calon Gubernur, Bupati dan Walikota dengan memenuhi persyaratan menyatakan secara tertulis pengunduran diri sebagai anggota DPR, DPD atau DPRD sejak ditetapkan sebagai calon," ucapnya. 


Ketentuan itu juga merujuk pada Peraturan DPRD Kabupaten Malang nomor 4 tahun 2019 tentang Tata Tertib DPRD Kab Malang Pasal 70 yang menyebutkan bahwa:

a. Pimpinan DPRD lainnya melaporkan usul pemberhentian pimpinan DPRD dalam Rapat Paripurna

b. Pemberhentian pimpinan DPRD ditetapkan dalam Rapat Paripurna.

c. Pemberhentian pimpinan DPRD ditetapkan dengan Keputusan DPRD, lanjut Sanusi.


Harmonisasi hubungan legislatif dan eksekutif menjadi penting baik di level pusat maupun di daerah. Harmonisasi itu diperlukan agar pembangunan berjalan secara baik, demi tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mencerdaskan kehidupan Bangsa sebagaimana telah menjadi komitmen bangsa kita ketika mendeklarasikan kemerdekaannya. 


Begitu pula halnya dengan keberhasilan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Malang, yang mana tidak terlepas dari kerja sama yang baik dan serasi antara eksekutif dan legislatif, juga partisipasi dari berbagai komponen masyarakat dan swasta yang diharapkan dapat semakin berperan dalam upaya pencapaian memakmurkan masyarakat Kabupaten Malang.


Pada kesempatan itu Bupati Malang mengapresiasi kerja Didik Gatot Subroto, selaku Ketua DPRD yang selalu mengawal jalannya Pemerintahan Kabupaten Malang. 


Sanusi pun mengapresasi masa kepemimpinan Drs. Didik Gatot Subroto, SH, MH selama kurun waktu kurang lebih satu tahun ini.


"Kami memandang telah banyak memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung kinerja pembangunan Pemkab Malang" tuturnya. 


Oleh karena itu, secara khusus atas nama Pemkab Malang, Sanusi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua DPRD yang selama ini telah bermitra bersama eksekutif dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan. "Sehingga dapat mempersembahkan yang terbaik bagi masyarakat," kata Sanusi.


Selama mengemban amanah sebagai Ketua DPRD, tentunya telah memberikan seluruh pengabdian dan kinerja terbaik sebagaimana tiga fungsi DPRD yaitu legislasi, anggaran dan pengawasan sekaligus penyampai aspirasi masyarakat Kab Malang untuk dijadikan pertimbangan dalam kebijakan pemerintah. 


Untuk mengisi kekosongan Ketua, maka ditunjuk Sodikul Amin dari Fraksi Partai Nasdem menjadi Ketua sementara (PLT) sambil menunggu proses Pergantian Antar Waktu (PAW) yang dilaksanakan PDI-Perjuangan sebagai pemenang Pemilu 2019 dengan suara terbanyak di Kabupaten Malang.


"Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan dari saya terutama pada OPD dan juga keluarga besar DPRD Kabupaten Malang" pungkas Didik mengakhiri sambutannya. (ris)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai