Breaking News

,

Munas PP PBSI 5-6 November di Serpong, Moeldoko di Atas Angin

Tujuh Calon PBSI
Tujuh Kandidat bakal Caketum PBSI periode 2020-2024 siap bertarung.

JAKARTA, LARAS POST - Tujuh nama bakal calon Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PP PBSI) Periode 2020-2024 muncul dalam diskusi Webinar SIWO PWI Jaya bertema “Mencari Figur Tepat Ketua Umum PBSI”, Rabu (30/9/2020) sore. 


Sosok-sosok tersebut diharapkan bisa membawa kemajuan bagi pembinaan dan prestasi organisasi tepok bulu tanah air.


Diskusi webinar diikuti puluhan wartawan olahraga nasional. Webinar dipandu moderator duo manis, Femi Diah dari detik.com dan Brigitha Sesilia dari Harian Nasional. 


Tujuh nama yang muncul tersebut adalah Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna, Kapolri Jenderal Idham Aziz, Ketua Pengprov PBSI Banten Ari Wibowo, Ketua PP PBSI 2012-2016 Gita Wirjawan, hingga Direktur Utama Djarum Foundation Victor Hartono.

Webiner bahas Mencari Figur Tepat Ketua Umum PBSI.

“Jawa Timur berkomitmen mengusung Pak Moeldoko untuk maju sebagai Ketua Umum PP PBSI 2020-2024. Tak hanya Jawa Timur saja, ada pula Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Kami siap meneruskan aspirasi para legenda bulu tangkis yang juga mendukung Pak Moeldoko,” kata Ketua Pengprov PBSI Jawa Timur Oei Wijarnarko Adi Mulya.


Ketua Pengprov PBSI Aceh H Nahrawi Noerdin memilih mengusung Ari Wibowo untuk maju ke bursa pencalonan. Sosok Ari, dikatakan Nahrawi, terbukti memiliki gairah terhadap bulu tangkis selama bertugas menjadi Ketua Pengprov PBSI Banten. Tak sekadar menyediakan lapangan untuk memajukan prestasi, tetapi Ari juga telah menempatkan tujuh atlet binaannya di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Pusat Bulutangkis Indonesia, Cipayung, Jaktim.


“Itu bukti komitmennya. Kami harap, beliau juga bisa melakukan hal yang sama kepada daerah-daerah. Sebab saat ini dukungan dari pusat terhadap daerah masih sangat minim,” terang Nahrawi yang juga mengharapkan adanya demokrasi di Munas nanti.


Dua mantan pebulutangkis nasional, yakni Joko Suprianto dan Yuni Kartika, juga tampil di diskusi ini. 


Joko, juara dunia 1993, mengharapkan adanya sosok  muda yang akan menempati kursi 'PBSI 1'. Sosok tersebut dinilai bisa memberikan gairah baru untuk PP PBSI.


“Sebenarnya sejak pertengahan tahun saya juga sudah berusaha mencari sosok muda, seperti misalnya Menteri BUMN Erick Thohir. Namun, belum mendapat sambutan dari rekan-rekan pengrov,” ujar Joko.


Terlepas siapa pun kandidat yang akan maju, Joko menyampaikan, tantangan yang dihadapi tidak akan mudah. Hal ini dikarenakan besarnya ekspetasi masyarakat terhadap bulu tangkis. Seperti diketahui, bulu tangkis selalu menjadi tulang punggung Merah Putih di single event dan multi event internasional.


Yuni Kartika menyoroti empat kriteria utama yang harus dimiliki oleh kandidat Ketua Umum PP PBSI. Yakni, memiliki passion, waktu dan kesempatan, kemampuan manajemen yang baik, serta dapat mencari dana untuk kebutuhan pembinaan dan turnamen bulu tangkis.


“Mengurus bulu tangkis dari hulu ke hilir itu tak mudah. Sosok yang memiliki duit pun tidak cukup, tetapi harus mau (berkontribusi) karena PBSI ini tidak hanya mengurus di pusat saja, tetapi juga pengembangan daerah-daerah karena itu pilar untuk mendukung atlet ke pelatnas,” papar  Yuni.


Broto Happy Wondomisnowo, wartawan spesialis peliput bulu tangkis, mengharapkan banyaknya calon ketum yang maju di Munas nanti. "Itu akan membuat teman-teman pengprov memiliki opsi untuk memilih sosok terbaik," ujar Broto, yang telah menulis belasan buku terkait bulu tangkis.


“Saya juga berharap, pengprov dapat lebih bijak menggunakan hak suaranya dalam pemilihan nanti. Jangan sampai mereka justru tergiur godaan money politic,” kata Broto.


Broto juga menginginkan sosok terpilih dapat kembali membangkitkan pudisklat-pudisklat di daerah dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik kepada semua lapisan, termasuk media.


Munas untuk memilih sosok terbaik yang akan memimpin PP PBSI 2020-2024, itu, akan digelar 5-6 November mendatang di JHL Hotel,  Gading Serpong, Tangerang. (TB)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai