Breaking News

,

Polsek Metro Taman Sari Bekuk Komplotan Maling HP

Kapolsek Metro Taman Sari AKBP Abdul Gofur beserta jajaran saat gelar press conference.
Jakarta, LARAS POST - Polsek Metro Taman Sari berhasil membekuk para pelaku pencurian telepon seluler di sebuah warung di daerah Krukut Taman Sari, Jakarta Barat beberapa Waktu lalu. 

Aksi perampasan yang dilakukan para pelaku yang berpura pura membeli di warung tersebut terekam CCTV dan sempat Viral di media sosial.

Kapolsek Metro Taman Sari AKBP Abdul Gofur mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan pelaku pencurian telepon seluler yang sempat viral. "Petugas kami di lapangan berhasil mengamankan sebanyak 3 orang pelaku yang diantaranya berinisial FND (25), NRD (25), RHMT (25)," terang Kapolsek.

Pelaku yang berhasil diamankan merupakan kelompok pencuri telepon seluler dan beraksi di wilayah Jakarta Barat dan Tangerang.

Abdul Gofur menjelaskan, para pelaku sengaja keluar tengah malam untuk mencari mangsa / korban baik untuk mencari keributan maupun untuk merampas handphone. "Dan para pelaku berangkat dari kampung Janis Tambora Jakarta Barat dengan mengendarai berboncengan dengan sepeda motor jenis Satria F 150 dan Suzuki Smash," ujar Kapolsek Metro Taman Sari AKBP Abdul Gofur saat Press Conference, Senin (7/09/2020).

Pelaku FND sebelum beraksi mengisi bensin terlebih dahulu lalu ke tanah pasir untuk mengambil sebilah celurit di rumah pelaku NRD setelah itu pelaku berkeliling kota mencari sasaran.

Lanjut Gofur menjelaskan, setibanya di jalan Talib 2 Krukut Taman Sari Jakarta Barat, pelaku FND melihat ada warung roti panggang dan ada beberapa anak muda yang sedang nongkrong sambil bermain handphone kemudian pelaku FND memberitahukan kepada rekan rekan lainnya yaitu sdr NRD dan sdr RHMT "Itu Mau enggak" dan dijawab mereka terserah.

Lalu para pelaku yang sudah berboncengan ini putar balik kembali ke warung roti panggang tersebut kemudian sdr Sp (DPO) dan Grey (DPO) turun dari sepeda motor dan sdr sp (DPO) langsung masuk ke dalam warung pura-pura minta kopi dan untuk mengalihkan perhatian sambil berkata "Kopi kopi" dan saat bersamaan temanya RHMT langsung mengambil handphone milik korban yang diketahui bernama bima.

Pelaku lainnya juga mengambil handphone lainnya milik korban lainnya sdr Randi supriyadi yang diletakan oleh pemiliknya di atas meja sambil mengacungkan sebilah celurit dan sambil mengancam "diam diam"

"Setelah mereka melakukan aksinya kemudian para pelaku kembali ke tempat mereka kumpul yaitu di Kampung Janis dan barang hasil rampasan tersebut mereka jual kepada Sdr. Anis dengan harga Rp.300.000,- dan uang hasil penjualannya mereka belikan minuman keras untuk mabok bersama sedangkan untuk hp lainnya dijual kepada Sdr. Nurdin seharga 500.000,- dan dibagikan rata hasil penjualan tersebut sedangkan handphone lainnya mereka jual lagi di Roxy seharga Rp 300.000 dan uangnya mereka bagikan untuk makan bersama," katanya.

Sementara dalam kesempatan yang sama Kanit Reskrim Polsek Metro Taman Sari AKP Lalu Musti Ali mengatakan, para pelaku ini merupakan kelompok pencurian handphone dan mereka biasa beraksi di wilayah Jakarta Barat dan Tangerang.

"Pelaku juga sudah melakukan aksinya di tempat tersebut sebanyak 3 kali namun warga sekitar merasa yang dirampas hanya handphone kemudian tidak pernah membuat laporan polisi," ujar AKP Lalu Musti Ali.

Setelah rekaman CCTV yang viral tersebut kemudian kami bersama team menganalisa rekaman video tersebut dan mendatangi ke TKP kemudian kami mengarah kan korbannya untuk membuat laporan polisi.

"Kami juga telah melakukan cek urine terhadap pelaku dan hasilnya adalah negatif," katanya lagi.

Dari penyelidikan terhadap pelaku mereka mengakui melakukan aksi tersebut untuk berpoya poya dan makan sehari hari.

Untuk mempertanggung Jawabkan atas perbuatannya para pelaku dikenakan pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (RDH)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai