Breaking News

,

Alih alih Liburan Bahagia Bersama Keluarga Wisatawan Kecewa, Manajemen DHR Bandung tak Profesional

Wisatawan Kecewa
Keluarga Dela yang dicampakkan pihak hotel.


BANDUNG, LARAS POST - Kenyamanan menjadi unsur utama dalam perjalanan menghibur bersama keluarga. Itulah tentu yang diharapkan setiap orang saat menikmati liburan panjang saat ini.


Namun, kenyamanan itulah yang sirna pada liburan Dela dan keluarga besarnya. Alih-alih memperoleh kenyamanan dari liburannya itu, Dela dan keluarga besarnya justru mendapat perlakuan tidak simpatik dari manajemen Dago Highland Resort (DHR), Bandung. 


Dela dan Reza, yang sangat ingin membahagiakan keluarga besarnya, bahkan merasa sangat dipermalukan. 


Dago Highland Resort yang berlokasi di kecamatan Cidadap, ini, memang sangat strategis untuk mengunjungi dua destinasi liburan keluarga di kawasan Dago, Bandung. Yakni, Taman Hutan Raya (Tahura) Juanda dan Dago Dream Park (DDR). Itulah juga dua destinasi wisata liburan Dela dan keluarga besarnya sejak dari Jakarta.


Memesan enam kamar melalui aplikasi Traveloka beberapa hari sebelumnya, Dela dan Reza Rizki Arjai, suaminya, hanya memperoleh lima kamar saat check-in di Dago Highland Resort pada Kamis (29/10/2020) siang. 


Mereka telah membayar tunai pemakaian lima kamar berbagai tipe tersebut hingga check-out pada Sabtu (31/10) siang. Namun, sekembali dari rekreasi ke DDR pada Jumat (30/10) malam, salah satu kamar sudah diisi orang lain. 


Kamar yang diisi orang lain tersebut justru kamar Dela dan Reza.


"Kami sangat kecewa. Ini sangat mempermalukan kami," ujar Dela, Jumat malam. Dela dan suaminya sempat berencana melaporkan kejadian tersebut ke polisi.


"Kami seperti dilecehkan. Baju bersih dan kotor, serta barang-barang kami yang ada di dalam kamar semuanya dikeluarkan, dikosongkan begitu saja di sudut front-desk. Apa kesalahan kami? Saya bahkan tak permasalahkan kekurangan satu kamar dari pesanan kami sebelumnya, walaupun itu mengecewakan," papar Dela, karyawati sebuah perusahaan swasta di Jakarta.


Tidak ada permintaan maaf resmi dari manajemen Dago Highland Resort. 


Permintaan maaf secara lisan hanya disampaikan Syamsuddin, manajer Dago Highland Resort, saat Dela dan suaminya berencana melaporkan kejadian tidak menyenangkan yang diterima mereka dan keluarga besarnya ini ke pihak kepolisian. 


"Ini semua kesalahan saya, dan saya minta maaf," kata Syamsuddin berulangkali. 


Tidak diketahui bagaimana peristiwa memalukan ini bisa terjadi. Syamsudin menyebut, ini karena kelalaian stafnya di front-desk dan housekeeping.(TB)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai