Breaking News

,

Dahlan Iskan: Revolusi Digital Hancurkan Industri Media

Dahlan Iskan: Revolusi Digital Hancurkan Industri Media
Manatan Meneg BUMN Dahlan Iskan saat memberikan paparan dalam Webinar yang diselenggarakan PWI Pusat di Jakarta.

JAKARTA, LARAS POST - Dunia tengah menghadapi revolusi digital, yang mengubah segalanya. Termasuk industri media. Yang terpenting dalam menghadapi revolusi digital saat ini adalah keberanian. Melakukan apa yang harus dilakukan tanpa keragu-raguan, atau ketakutan akan gagal.


"Jadi, salah satu kunci untuk tetap bertahan adalah dengan mengikuti kemajuan dalam dunia digital itu sendiri," ungkap Dahlan Iskan.


Dahlan Iskan, mantan dirut PLN dan menteri BUMN itu, menjadi narasumber tunggal dalam webinar Safari Jurnalistik dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Rabu (14/10/2020) sore. Webinar dari edisi perdana Safari Jurnalistik PWI Pusat ini mengangkat topik "Model Bisnis Media dan Masa Depan Profesi Wartawan". 


Saat ini jurnalistik berkembang sangat pesat, seiring perkembangan teknologi dan juga dengan kehadiran platform lain yang lebih banyak. "Mau tidak mau kita harus tampil kreatif dan inovatif," ujar pendiri "Jawa Pos" grup yang kini dikenal sebagai begawan media itu.


Dahlan Iskan menekankan keberanian dalam melakukan apa yang harus dilakukan adalah kunci utama dalam melakukan suatu perubahan demi menghadapi revolusi digital yang kapan saja bisa membuat industri media hancur.


Menurut Dahlan Iskan, pelaku industri media harus melakukan digitalisasi yang berani. Namun, tetap dengan tidak melanggar kode etik dan kaidah-kaidah jurnalistik yang sudah ditetapkan. Walau demikian, hal itu tetap tidak menjamin akan masa depan media karena sangat sulit diramalkan. Apalagi saat ini, di tengah pandemi Covid-19 yang menghantam Indonesia.


Ketua Umum PWI Pusat Atal Sembiring Depari mengapresiasi Safari Jurnalistik ini. Apalagi, edisi perdana kegiatan Safari Jurnalistik 2020 ini menghadirkan tokoh yang memang amat dikenal kalangan media. Yakni Dahlan Iskan.

Dahlan Iskan: Revolusi Digital Hancurkan Industri Media

Atal Sembiring Depari menegaskan bahwa Safari Jurnalistik ini merupakan agenda rutin PWI Pusat untuk meningkatkan wawasan wartawan mengenai jurnalistik. Juga mengenai kode etik serta pers di era konvergensi media.


Ketum PWI Pusat berpesan agar para pekerja media mampu menjaga profesionalisme dalam berkarya, apalagi di tahun politik sekarang ini.

      

Apa yang didapatkan di kuliah Safari Jurnalistik ini, menurut Atal Sembiring Depari, penting untuk menjadi pegangan bagi kita sebagai wartawan. Bahwa dalam menyajikan berita ke masyarakat itu harus berpijak pada ada kesadaran, baik hukum, undang-undang pers dan kode etik.

      

"Jadi tingkatkan juga pengetahuan dan keterampilan, jurnalistik dalam program Sekolah Jurnalistik, hal ini juga menuntut agar wartawan Indonesia lebih profesional, berwawasan dan beretika,” tegas Ketum PWI Pusat.


Kepedulian Astra International


Kegiatan Safari Jurnalistik ini diselenggarakan PWI Pusat dengan kerja sama PT Astra Intenational. Edisi perdana digelar secara hibrid dan virtual. Hibrid, dari ruang rapat sekretariat PWI Pusat, di lantai empat Gedung Dewan Pers. Hadir di sini Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi, Ketua Bidang Pendidikan Nurjaman Mochtar, Wakil Bendahara Dar Edi Yoga, dan Direktur Sekolah Jurnalistik PWI Ahmed Kurnia Soeria Widjaya. 


Dahlan Iskan dan Ketum PWI Pusat Atal Sembiring Depari hadir secara virtual melalui zoom meeting. Demikian juga dengan para peserta, yang jumlahnya lebih dari 300 orang dari seluruh pelosok nusantara.


Direktur Safari Jurnalistik PWI Pusat, Ahmed Kurnia Soeria Widjaja mengatakan, Safari Jurnalistik ini merupakan program reguler PWI Pusat bagi anggotanya dan untuk kali ini pelaksanaanya agak berbeda karena dilakukan dimasa pandemi Covid-19.


"Safari Jurnalistik ini merupakan program reguler PWI Pusat yang difokuskan pada pengenalan perkembangan jurnalistik, baik regulasi maupun teknologi dan ini dilakukan disaat pandemi jadi kita lakukan secara daring dan untuk tahap perdana ini di ikuti oleh 300 peserta " jelas Ahmed .


 Head of Corporate Communication PT Astra International Boy Kelana Soebroto menyambut baik kerja sama dengan Sekolah Jurnalistik PWI. “PWI merupakan pemangku kepentingan yg strategis bagi PT Astra Internasional,” katanya.


"Dukungan kami ini merupakan bentuk komitmen PT Astra Internasional untuk ikut meningkatkan wawasan dan profesionalisme wartawan Indonesia," tegas Boy Kelana Soebroto. (TB)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai