Breaking News

,

Galian C Ilegal Terus Beroperasi, Nasib Petani di Kabupaten Tangerang Terancam


LARAST POST, TANGERANG - Galian C illegal milik PT Alam Nusa Properti (ANP) di desa Klebet Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang ancam pesawahan milik petani setempat. 

Pasalnya Iwarga Desa Klebet sehari harinya sebagai petani kini lahan sawahnya  kian  tergerus  oleh  aktifitas proyek galian tanah yang saat ini masih beroperasi. Warga Desa Klebet pun beberapa kali  turun  ke  jalan  melakukan  aksi demonstrasi baik di lokasi maupun di depan gedung Kecamatan Kemiri Kabupaten Tangerang. Salah seorang warga yang tak ingin disebut namanya mengatakan, aksi itu dilakukan agar proyek galian itu ditutup. 

“Karena  selama  ini  lahan kami terancam bila proyek galian tersebut masih  beraktifitas,  hidup  kami  hanya bertani  bagaimana  bila lahan kami terus digerus,” ucapnya. 

Aksi demo yang dilakukan Warga itu agar galian C tersebut ditutup pihak Kecamatan. Namun sayang Camat Kemiri yang dipimpin Drs Yati Nurul Hayat, M.Si mengaku tak berwenang menjutup galian yang tak meiliki izin itu. 

“Walau pun diduga tidak memiliki ijin, yang punya wewenang melakukan penutupan Satpol PP Kabupaten Tangerang  pihak  camat hanya mendampingi,” jawab Kasi Trantib Asep Rohimat saat dikonfirmasi media di ruang kerjanya. 

Kasi Trantib Asep Rohimat berkilah bahwa penutupan itu atas wewenang Satpol PP Kabupaten Tangerang. Asep Rohimat juga berkilah bahwa pihak Satpol PP Kabupaten Tangerang kurang serius dalam menertibkan galian illegal itu. 

“Kalau Pak Bambang (Kasatpol PP Kabupaten Tangerang) mau jujur, kenapa galian yang kecil-kecil ditutup Kabupaten  Tangerang. Dr.  H. Bambang mengatakan,  bahwa  galian  itu  sudah dilakukan penyegelan. Namun dirinya tak mengetahui secara pasti bahwa galian itu beroperasi kembali. 

“Nanti kita cek ke lapangan, bila ini beroperasi kembali saya menduga ada oknum di belakang pihak  Galian C. Nanti saya akan sidak, saya tidak peduli karena ini masalah hukum jadi saya  tidak  takut,”  tegas  Kasat  Pol  PP,  Dr. H.  Bambang saat  dikonfirmasi  beberapa yang besar tidak ditutup padahal sudah jelas ada segel, tutup dari awal dong. Ada apa dengan galian di Desa Klebet, kalau  mau  buka-bukaan  silahkan  ayo,” tegas Asep dengan nada kesal. 

Asep pun berkilah bahwa jangan mengira pihaknya tak melapor keberadaan galian yang dimiliki PT Nusa Alam Properti tersebut pada Sat Pol PP Kabupeten Tangerang “Kalau Pak Bambang tidak berani menutup  galian tersebut, kasih surat perintah biar saya yang nutup, berani tidak dia  resikonya  bukan saya,”  ungkap Asep lugas. 

Sementara Camat Kemiri Yati Nurul  Hayat  saat  hendak  dikonfirmasi awak media enggan dirinya tidak mau ditemui. Kasat Pol. PP (Pamong Praja) waktu lalu. Perlu diketahui, berdasarkan Undang Undang No. 4 tahun 2009 pengelola wajib mematuhi UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ketentuan pidana pelanggaran UU No. 4 tahun 2009 menyebutkan setiap orang yang tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP) dipidana penjara  paling lama 10 tahun  serta denda paling banyak 10 Miliar.  (tim)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai