Breaking News

,

Mendebarkan Menunggu Hasil Tes Swab, Lega Hasilnya Negatif

tes swab PCR
Salah satu wartawan saat mengikuti tes swab PCR yang digelar Dewan Pers bekerjasama Lippo Grup dan RSPP di Hall Dewan Pers Jakarta, beberapa waktu lalu.


JAKARTA, LARAS POST - Guna menelusuri jejak penyebaran Covid-19 Pemerintah terus gencar melakukan uji tes swab PCR kepada masyarakat. 


Tak terkecuali para wartawan yang bekerja di lapangan sangat rentan tertular wabah virus SARS-CoV2. Terkait hal itu Dewan Pers bekerjasama dengan pihak perusahaan BUMN maupun swasta secara insten terus menggelar tes swab PCR.


Namun program itu, terkadang mendapat kendala dari sebagian masyarakat maupun insan pers yang takut dites swab.

Tes swab
Tiga wartawan anggota PWI Jaya usai menjalani swab tes PCR di Dewan Pers.

Salah satu anggota PWI Jaya bersama dua rekannya memberikan testimoni tentang pengalaman mengikuti tes swab yang diselenggarakan Dewan Pers bersama Pertamina di Lobby gedung Dewan Pers beberapa waktu lalu.    


Sebut saja Tubagus Adhi yang turut serta mengikuti tes swab (usap) polymerase chain reaction (PCR).


Awalnya ia merasa takut untuk mengikuti tes swab itu, namun setelah selesai mengikuti tes dirinya merasa lega. "Karena tes swab itu tak seperti yang dibayangkan orang orang, katanya ngeri dan sakit, tapi saya merasakan tidak ada sakit jika kita mengikuti arahan tim medis," katanya.


Rasa takut dan gelisah kembali setelah dirinya belum mendapatkan hasil tes swab, apakah positif Covid-19 atau hasilnya negatif.


"Alhamdulillah, untuk kesekian kalinya saya merasakan frasa tersebut di awal paparan. Berulangkali saya menyerukan tahmid ini. Segala puji bagi Allah SWT. Mensyukuri hasil tes swab (usap) polymerase chain reaction (PCR) saya Negatif. Saya bukan pembawa Coronavirus disease (Covid)-19," ucapnya.


Hasil tes swab ini dirinya mendapat melalui email dan WhatsApp dari Tim medis Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). "Mereka yang melaksanakan swab tes dari kerjasama Dewan Pers dan Grup Lippo itu," ucapnya.


Sebelum memperoleh hasil swab test itu, Adi melanjutkan ceritanya, dirinya menjalani tes cepat (rapid test) di RS Sari Asih, Ciputat Tangerang. "Hasilnya, Non-reaktif. Saya sudah empat kali ikut tes rapid. Baik yang 'gratis' maupun yang bayar Rp.188.000 -seperti di RS Sari Asih itu. Hasilnya selalu non-reaktif," ungkapnya.


Namun dirinya tetap saja masih merasa gelisah karena belum mendapatkan hasil tes swab PCR. "Apalagi banyak yang bilang, hasil tes swab sering berbeda dengan tes rapid. Bahkan juga sesama tes swab di tempat berbeda," pikirnya kala itu.


Namun setelah empat hari mengikuti tes swab, dirinya mendapat pesan bahwa ia bersama dua rekannya hasil tes swab dinyatakan negatif.

  

"Jadi, sekarang sudah benar-benar plong. Yes! Nggak lagi kepikiran. Nggak lagi seperti orang parno. Sebentar-sebentar cek email, juga WA. Mereka bilang segera mengabarkan hasilnya. Segera itu ternyata lebih dari 4 x 24 jam. Terhitung dari saat menjalani swab test itu, akhir September lalu," ujarnya.


Kala itu dirinya mengikuti swab tes bersama dua rekan lainnya dari PWI Jaya, Firdaus Baderi dan Iqbal Irsyad di Hall Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih. 


"Saya patut mengacungi jempol kepada rekan saya Firdaus Baderi yang telah mengikuti uji tes swab sebanyak 3 kali (Hat-trick). Dan hasilnya pun selalu negatif," pungkasnya.


Dari pengalaman itu Adi berpesan kepada seluruh masyarakat agar jangan takut untuk mengikuti tes swab, selama selalu menjalankan protokol kesehatan dan merasa sehat, tidak ada keluhan apa apa pasti hasilnya negatif. 


"Saya juga berpesan untuk teman-teman khususnya, umumnya pada seluruh masyarakat jaga kesehatan kapan pun di mana pun. Patuhi Prokes terapkan 3M, memakai masker, selalu mencuci tangan dan menjaga jarak," pungkasnya mengahiri ceritanya. (sg/TB)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai