Breaking News

,

Optimis, Jelang Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19 Dinilai Aman

Optimis, Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dinilai Aman
Foto ilustrasi vaksin Covid-19.

JAKARTA, LARAS POST - Kini bangsa Indonesia optimis Pandemi Covid-19 segera berakhir. Setidaknya minimal akhir tahun 2020 atau awal tahun 2021 vaksinasi secara nasional akan dimulai.

Hal itu mengingat Vaksin SARS-CoV2 yang saat ini sedang diupayakan uji klinis tahap 1 dan 2 di Indonesia dinilai aman dan efektif.

Berbagai kandidat vaksin pun telah disiapkan oleh pemerintah antara lain Sinovac, Cansino dan Sinopharm. Vaksin Sinovac yang akan diproduksi bersama Bio Farma, saat ini telah berada pada tahap uji klinik fase 3 di Bandung dan telah mengambil subjek sebanyak 1.620 orang dewasa dan sedang menunggu hasilnya.
 
Prof. Dr. dr. Cissy Rachiana Sudjana Prawira-Kartasasmita, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran menanggapi tudingan negatif tentang keamanan dari vaksin Covid-19. 

Prof. Cissy mengatakan bahwa apabila vaksin Covid-19 Sinovac ditemukan tidak aman atau menimbulkan efek samping yang berbahaya tentunya tidak akan dilanjutkan ke uji klinik fase 3. 

“Kalau tidak aman, uji klinik sudah dihentikan dari awal, dengan kata lain tidak boleh naik kelas. Ini sudah bisa dikatakan aman, fase satu sudah ada reportnya, aman, kemudian dilanjutkan dengan fase 2, sudah dilaporkan aman,” kata Prof Cissy dalam siaran Pers Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional, pada Jumat (30/10/2020).
 
Prof Cissy juga menyebutkan, bahwa terdapat jurnal-jurnal internasional yang sangat terakreditasi dan laporan fase 1 dan 2 sudah dipublikasikan dalam jurnal.

"Dalam jurnal tersebut dikatakan uji klinik fase 1 dan 2 dari vaksin Covid-19 Sinovac sudah aman, itu bagus sekali. Tapi memang laporan uji klinik fase 3 memang belum ada karena yang di Brazil mungkin baru selesai bulan Oktober ini dan yang di Indonesia baru selesai tahun depan, sebaiknya kita tunggu hasil dari uji klinik fase 3,” tambah Profesor yang juga merupakan Ketua Satgas Imunisasi IDAI dan Ketua Pokja Vaksinasi Peralmuni.
 
Terkait dengan uji klinik fase 3 harus dilakukan di negara produsen vaksin tersebut, Prof. Cissy juga menanggapinya bahwa sebetulnya secara aturan boleh saja dilakukan di luar negeri tapi memang supaya lebih yakin uji klinik fase 3 dilakukan di negara yang ingin memakainya. 

“Uji klinik fase 3 itu adalah untuk melihat efikasi atau khasiat dari vaksin, selain keamanannya juga. Apakah setelah divaksinasi, seseorang itu bisa jadi sakit atau tidak dan memang salah satu syarat dari uji klinik fase 3 harus dilakukan di lebih dari satu senter,” tambah Prof Cissy.
 
“Kami sangat senang dan menyambut baik apa yang Bapak Presiden katakan mengenai vaksin Covid-19 harus dipastikan aman dan jangan terburu-buru. Karena keamanan untuk semua orang sangat penting,” tandas Prof Cissy.(sg/TB)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai