Breaking News

,

Penggunaan Masker itu Penting, Terlebih di Masa Pandemi Covid-19

Penggunaan masker
Pemakaian masker medis direkomendaiskan bagi tenaga kesehatan, namun bagi masyarakat umum dianjurkan menggunakan masker kain yang berlapis. (foto ilustrasi pemakaian masker).


JAKARTA, LARAS POST
- Pandemi Covid-19 masih melanda dunia tak terkecuali Indonesia. Untuk itu sebelum hadirnya vaksin masyarakat diminta untuk menerapkan protokol kesehatan setiap beraktivitas.


Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo menekankan untuk saat ini vaksin terbaik adalah pola hidup sehat dengan menerapkan 3M, memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak. 


Penggunaan masker bagi sebagian ahli kesehatan dinilai penting, tak hanya di masa wabah penyakit Covid-19 seperti saat ini, namun pemakaian masker itu berguna bagi kesehatan seperti meminimalir polusi udara.


Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, selain masker medis, masker kain dapat digunakan untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 di tengah masyarakat umum.


Banyaknya kasus orang tanpa gejala (OTG) juga mendasari sosialisasi masker kain corona.


Orang yang tidak sadar bahwa dirinya positif corona bisa saja menulari orang lain tanpa sengaja ketika berinteraksi tanpa masker. 


"Satu tetesan (droplet) cairan saja bisa menyebabkan orang lain terkena Covid-19. Untuk mengantisipasi kejadian itu, masyarakat diimbau mengenakan masker ke mana pun pergi di area publik," jelas Wiku. 


Namun manfaat masker kain corona tersebut bisa didapatkan selama memenuhi persyaratan untuk mendukung efektivitasnya.


Syarat itu antara lain masker kain hanya bisa dikenakan selama empat jam secara terus-menerus. Setelah empat jam, masker harus dilepas untuk dicuci dan diganti dengan yang baru. Sebab, material kain lebih mudah ditembus virus corona ketimbang masker medis.


Syarat lainnya adalah, terpakai secara pas dari atas hidung hingga dagu dan kedua sisi wajah, Dilengkapi dengan tali yang diikat ke belakang kepala atau karet yang dipasang di telinga.


Terdiri atas beberapa lapis kain, setidaknya dua lapis Bahan kain kuat, tidak mudah rusak ketika dicuci. Bahan anti-air atau tahan terhadap cairan lebih disarankan Penggunanya tetap harus dapat bernapas dengan mudah.


"Sebelum mengenakan masker, cuci tangan jangan menyentuh-nyentuh masker, apalagi menurunkannya hingga ke dagu Lepas masker dengan cara membuka tali atau karetnya langsung, bukan dengan menarik masker," ucap Wiku.


Pakai Masker Menurut Para Ahli Jauh Sebelum Pandemi

Selama bertahun-tahun, awalnya para ilmuwan meragukan apakah pemakaian masker dapat mencegah penyebaran virus influenza. 


Namun, baru dalam beberapa tahun terakhir ini, dunia kedokteran yakin bahwa memakai masker saat terserang flu atau menggunakan sebagai upaya pencegahan sangatlah membantu.


Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2008, dalam International Journal of Infectious Diseases, menyimpulkan bahwa masker harus digunakan dengan benar agar lebih efektif dalam mencegah menyebaran infeksi virus.


Penelitian lain yang dipublikasikan pada Annals of International Medicine menemukan anggota keluarga dapat mengurangi risiko flu sekitar 70% ketika mereka juga mencuci tangan dan menggunakan masker.


Bahkan peneliti dari University of Michigan juga membuktikan hal sama. Penelitian yang melibatkan 1.000 mahasiswa yang tinggal di asrama ini, membagi ke dalam beberapa kelompok, yakni mereka yang memakai masker, mereka yang memakai masker dan mempraktikkan kebiasaan membersihkan tangan, mereka yang tidak melakukan keduanya.


Hasilnya menunjukkan grup yang menggunakan masker dan membersihkan tangan di asrama mengalami penurunan risiko sekitar 75% terhadap flu. Dapat disimpulkan bahwa memakai masker saja tidak cukup, peneliti menyarankan agar tindakan pencegahan tersebut harus dibarengi dengan mencuci tangan.


Masker memiliki tipe yang berbeda-beda

Ketika hendak memakai masker, pastikan mengetahui tipe-tipe masker yang akan digunakan. Berikut ini beberapa tipe masker:


1. Masker wajah

Masker jenis ini cukup longgar tapi pas untuk dipakai, dan sering ditemukan di mana pun. Di Amerika sendiri, penggunaan masker ini telah disetujui oleh Food and Drug Administration di Amerika untuk digunakan sebagai atribut kesehatan.


Bertahun-tahun lalu, mungkin Anda hanya melihat bahwa masker ini hanya digunakan oleh tenaga medis. Namun semenjak adanya penyebaran berbagai virus, seperti flu burung, flu babi, dan Covid-19, masker medis ini jauh lebih sering ditemukan di ruang publik.


Tipe masker ini mampu mencegah tetesan liru (droplet) yang berasal dari hidung atau mulut yang mungkin mengandung virus.


Kekurangan dari masker ini adalah Anda tetap dapat menghirup sebagian kecil udara yang terkontaminasi. Oleh karena itu, memakai masker ini tidak dapat mencegah penyebaran virus sepenuhnya saat flu.


2. Respirator

Respirator, atau yang dikenal juga dengan masker respirator N95, merupakan masker yang dirancang khusus untuk melindungi pemakai dari partikel kecil di udara yang mungkin mengandung virus. Sebenarnya, masker ini sangat jarang terlihat digunakan pada kehidupan sehari-hari.


Lagi-lagi, setelah Covid-19 muncul, penggunaannya sudah jaub lebih umum. Bahkan, penggunaan masker N95 menjadi prioritas bagi para tenaga medis.


Masker ini telah disertifikasi oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention). Nama N95 sendiri berasal dari kemampuan masker ini untuk menyaring 95% partikel udara. Selain digunakan oleh petugas kesehatan, masker jenis ini juga biasa dipakai dalam pengecatan atau ketika seseorang menangani sebuah bahan yang memiliki kemungkinan beracun.


Respirator dirancang agar dapat melekat sempurna pada wajah dan tidak menyisakan celah sedikitpun bagi virus untuk masuk. Maka itu, memakai masker respirator dinilai lebih efektif mencegah penularan saat flu.


Penggunaan Masker Menurut WHO


Menurtu WHO (World Health Organization) masker sebaiknya digunakan sebagai bagian dari pencegahan dan perlindungan dari penyakit menular Covid-19. 


Masker medis dapat melindungi orang yang memakai masker agar tidak terinfeksi, serta dapat mencegah penularan dari orang lain yang memiliki gejala.


WHO merekomendasikan kelompok-kelompok berikut untuk menggunakan masker medis.

• Petugas kesehatan

• Siapa pun yang menunjukkan gejala COVID-19, termasuk orang dengan gejala ringan

• Orang yang merawat kasus suspek atau konfirmasi COVID-19 di luar fasilitas kesehatan


Masker medis juga direkomendasikan untuk orang-orang berisiko, ketika mereka berada di daerah di mana terjadi penyebaran COVID-19 secara meluas. 


WHO pun menyarankan masker medis dapat dipakai pada orang berusia 60 tahun atau lebih dan orang yang memiliki penyakit penyerta.


Apakah WHO menyarankan penggunaan masker kain nonmedis di masyarakat umum


Terkait masker kain nonmedis WHO tidak merekomendasikan penggunaannya secara luas di kalangan masyarakat untuk pengendalian COVID-19. 


Namun, untuk daerah di mana terjadi penyebaran COVID-19 secara meluas, yang kapasitasnya terbatas untuk menerapkan langkah-langkah pengendalian dan terutama di tempat-tempat di mana menjaga jarak fisik minimal 1 meter tidak dimungkinkan. Seperti di transportasi umum, di toko, atau di lingkungan tertutup atau tempat ramai lainnya. 


Dalam hal itu WHO menyarankan pemerintah untuk mendorong masyarakat untuk menggunakan masker kain nonmedis.


WHO merekomendasikan agar masyarakat selalu berkonsultasi dengan otoritas setempat mengenai praktik yang direkomendasikan di daerahnya.


Jika ada penularan secara luas di masyarakat, dan terutama jika aturan menjaga jarak fisik tidak dapat dijalankan, pemerintah harus mendorong masyarakat umum untuk memakai masker kain. 

(Sugiarto/redaktur laraspostonline.com)

2 komentar:

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai