Breaking News

,

Polisi Tembak Seorang Pengedar Narkoba Jaringan Internasional

Polisi menunjukan barang bukti dan tersangka 

JAKARTA, LARAS POST
– Polisi tembak mati seorang tersangka pengedar narkoba jenis sabu jaringan internasional, berinisial SZ (23) karena melawan petugas, dan seorang tersangka lainnya berinisial EF (26) berhasil diamankan. 

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Holomoan Siregar, dalam keterangannya di Bareskrim Polri, Rabu (7/10/2020) mengungkapkan, para tersangka mengedarkan narkoba asal Nigeria yang diselundupkan melalui pengiriman Cargo di Bandara Soekarno Hatta.

Krisno menjelaskan, awalnya diketahui setelah paket terdeteksi oleh Bea Cukai dan terbukti berisi sabu. Kemudian, seorang berinisial A berencana melakukan pengurusan pengambilan paket, namun paket akhirnya diambil tersangka EF dan SZ.

“Dengan bantuan Satlantas Polres Bandara, mobil yang ditumpangi tersangka dihentikan. Keduanya sempat berusaha melarikan diri, namun berhasil kami amankan,” tutur Brigjen Pol Krisno.

Saat hendak dilakukan penangkapan, lanjut Krisno, ditemukan barang bukti dua dus besar berisi sabu 12 kg. Sabu tersebut disembunyikan di dalam paket filter oli oleh para tersangka.

“Tim bersama tersangka kemudian menuju kediaman A, namum dalam perjalanan tersangka SZ melawan dan terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur,” tandasnya.

Lebih lanjut Krisno mengungkapkan, pihaknya juga berhasil membongkar kasus pengedaran narkotika jenis sabu lainnya, yang merupakan jaringan Malaysia-Medan-Pekanbaru-Jakarta-Surabaya-Banjarmasin. 

Dalam kasus ini, penyidik menangkap satu tersangka berinisial TSD alias Narji dan menetapkan Pablo, Kakuzu dan JN masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Krisno merinci, tersangka Narji berperan sebagai pengirim sabu sebanyak empat kali sepanjang periode Juni-September. Sedangkan DPO Pablo selaku pengendali, DPO Kakuzu selaku pembiaya fasilitas pengiriman dan tersangka JN selaku anggota sindikat.

“Dari tangan tersangka kami dapati 40 kg sabu di mana modus yang digunakan dengan menggunakan kamar hotel sebagai gudang penyimpanan,” ucapnya.

Para tersangka kemudian dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau paling singkat enam tahun dan maksimal 20 tahun. (her)


Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai