Breaking News

,

Praperadilan Irjen Napoleon Ditolak, Polri Apresiasi Putusan Hakim

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono

JAKARTA, LARAS POST - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan, Polri menghormati putusan hakim yang menolak gugatan praperadilan Irjen Napoleon Bonaparte, atas penetapan statusnya sebagai tersangka kasus hilangnya red notice Djoko Tjandra.

“Polri mengapresiasi putusan hakim pengadilan,” kata Argo, dalam keterangannya, di Mabes Polri, Selasa (6/10/2020).

Argo menyebutkan bahwa proses hukum yang menjerat Irjen Napoleon sudah sesuai fakta, mulai dari penetapan tersangka hingga dugaan Napoleon menerima suap dari Djoko Tjandra.

“Penetapan tersangka berdasarkan bukti dan fakta yang ada. Bahwa benar yang bersangkutan menerima uang dari Djoko Tjandra,” ujarnya.

Lebih lanjut Argo mengatakan, pihaknya segera merampungkan berkas kasus red notice Djoko Tjandra.

“Selanjutnya kami akan segera merampungkan berkas kasus red notice untuk naik ke tahap P21,” ujarnya.

Sebelumnya, Irjen Napoleon mengajukan gugatan praperadilan terkait status tersangka yang dikenakan pada dirinya. 

Dalam gugatan praperadilan, ia meminta PN Jaksel menetapkan surat penyidikan dan penetapan tersangka terhadapnya dibatalkan.

Namun, dalam putusan hakim hari ini menolak gugatan praperadilan yang diajukan Irjen Napoleon Bonaparte atas status tersangka dalam kasus suap Djoko Tjandra yang menjeratnya. Sehingga status tersangka Irjen Napoleon tetap sah.

Dalam kasus ini, penyidik Bareskrim Polri menetapkan dua tersangka yaitu mantan Karo Korwas PPNS Polri Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte, yang diduga berperan sebagai penerima suap dari Djoko Tjandra dan pengusaha Tommy Sumardi. (her)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai