Breaking News

,

Zaini Khadafi Saragih: Menpora Kini Bangga pada LADI

Kemenpora
Kemenpora saat menggelar zoom meeting bersama LADI.

JAKARTA, LARAS POST - Dukungan dari Kantor Kemenpora membuat Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) kini lebih optimistis menghadapi masa depan. Otoritas yang berperan dalam memerangi penggunaan doping di olahraga ini semakin kuat keberadaannya.

LADI, yang sudah berusia 16 tahun, sangat mengapresiasi dukungan sekaligus kebanggaan Menpora Zainuddin Amali.

"Menpora bangga karena baru kali ini LADI comply (memenuhi) 100% dengan kode anti doping dunia (the Code). Atas hal ini Menpora mengajukan rencana Indonesia memiliki lab doping terakreditasi kepada Presiden WADA, Badan Anti Doping Dunia," ungkap Ketua LADI, dr. Zaini Khadafi Saragih, Minggu (25/10/2020).

Zaini Khadafi Saragih mengurai kembali penghargaan atau apresiasi yang disampaikan Presiden WADA, Witold Banka,  kepada pemerintah Indonesia, khususnya Menpora Zainuddin Amali. 

Witold Banka berterima kasih kepada Zainuddin Amali atas dukungannya pada LADI yang mampu menyelaraskan 100% "statuta"-nya sesuai dengan The Code dari WADA. Witold Banka  mendukung niat Indonesia memiliki lab doping terakreditasi.

Zaini Khadafi Saragih mengingatkan kembali momentum pertemuan Menpora Zainuddin Amali dengan Witold Banka, presiden baru WADA yang asal Polandia. 

Dalam pertemuan virtual beberapa waktu lalu itu Menpora Zainuddin Amali menerangkan komitmen pemerintah terhadap LADI  dengan meningkatkan rencana anggaran yang meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

 "Kami sampaikan bahwa rencana keuangan dukungan terhadap LADI meningkat sekitar 500% pada tahun 2021 dan selanjutnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang diantaranya akan digunakan untuk peningkatan jumlah test doping dan pembangunan labolatorium anti doping di Indonesia" demikian ditegaskan Menpora Zainuddin Amali.

"Pertimbangan utama kita akan bangun laboratoium anti doping di Indonesia, karena selama ini untuk tes doping kita harus mengirim sample tes ke Luar Negeri dan itu biayanya mahal sehingga berpengaruh terhadap sedikitnya jumlah sample tes doping di Indonesia, ke depan dengan adanya labolatorium anti doping di Indonesia saya berharap jumlah tes doping akan meningkat signifikan," jelas Menpora.

Zainuddin Amali juga menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia sangat mendukung pelaksanaan program anti doping di Indonesia "Kami sangat mendukung program anti doping di Indonesia dan tidak mentolerir kasus doping sekecil apapun, jika ditemukan indikasi maka kami berkomitmen untuk memberikan sanksi berat kepada pihak-pihak yang terlibat," Menpora menegaskan.

"Komitmen peningkatan jumlah tes doping dan rencana pembanguan labolatorium doping merupakan bagian dari keseriusan kami dalam upaya bidding tuan rumah Olimpiade 2032," terang Menpora.

Zainuddin Amali mengharapkan pada 2021 LADI bisa menjalankan program-program WADA untuk mengembangkan laboratorium doping di Indonesia. "Oleh karenanya kami terus bekerja keras dan berharap semua program WADA dapat dilaksanakan di Indonesia," harapnya.

Zaini Khadafi Saragih  menyambut baik apa yang disampaikan oleh Menpora Zainudin Amali untuk membangun laboratorium anti doping di Indonesia. 

Dia mengingatkan, lab doping diseluruh dunia hanya sekitar 30.

"Di Asia Tenggara hanya dua, yakni di Penang Malaysia dan di Bangkok Thailand. Jadi, kalau kita kirim sampel harus ke India, Qatar, atau Bangkok, Thailand," Zaini Khadafi Saragih menjelaskan.(TB)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai