Breaking News

,

Kemenko Polhukam Laksanakan Evaluasi Karhutla 2020

Foto bersama peserta rapat evaluasi penanggulangan Karhutla

BANJARMASIN, LARAS POST
- Kedeputian Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bidkoor Kamtibmas) Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan melaksanakan Rapat Evaluasi penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2020.

Asisten Deputi Penanganan Konflik dan Transportasi Brigjen Pol. Drs. Erwin Chahara Rusmana mengungkapkan bahwa Rapat Evaluasi ini bertujuan untuk menentukan upaya penanggulangan serta tindaklanjut rekomendasi Kemenko Polhukam dan penegakan hukum Karhutla tahun 2020. 

“Adapun tujuan lainnya untuk mengetahui hambatan dan tantanggan yang tengah dihadapi,” ungkap Brigjen Pol. Erwin Chahara Rusmana, saat Rapat Evaluasi, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (12/11/2020).

Erwin menjelaskan, Rapat Evaluasi ini juga untuk memprediksi dan menentukan rencana penanggulangan karhutla pada tahun 2021. “Saran dan masukan diharapkan untuk dapat digunakan sebagai perbaikan dalam penanggulangan Karhutla kedepan,” tandasnya. 

Berdasakan laporan evaluasi Kementerian LHK sampai dengan bulan November 2020, telah dilakukan upaya Patroli Terpadu, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) pada wilayah dengan kondisi ancaman Karhutla yang meningkat seperti Prov. Riau, Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalbar.

“Telah dilaksanakan water bombing sebanyak 36.914 Sortie, Total unit pesawat atau Helikopter yang dukung giat pemadaman udara berjumlah 37 unit. Kementerian, Lembaga, Daerah telah berkolaborasi untuk melakukan pembekalan di desa-desa di Provinsi Riau, Jambi, Sumsel, Kalteng, Kalbar, dan Jabar, serta telah memberdayakan MPA-P untuk melaksanakan patroli terpadu,” ungkap Erwin.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman Laksda TNI Yusup mengatakan,berdasarkan Inpres No 3 tahun 2020, Kemenko Polhukam bertugas untuk melaksanakan evaluasi terhadap segala upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan oleh Kementerian, Lembaga, dan Daerah.

“Evaluasi ini penting untuk memperoleh informasi, masukan, saran, serta inovasi untuk perbaikan penanggulangan Karhutla kedepan agat menjadi lebih baik, efektif, dan efisien, terutama dalam mencegah terjadinya bencana Karhutla sebagai wujud dari kehadiran Negara,” jelas Yusup. (her, sg)


Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai