Breaking News

,

Pemprov DKI Izinkan Resepsi Pernikahan, Nendia Primarasa Utamakan Prokes

Pesta Pernikahan
Pesta penikahan yang digelar EO Nendia Primarasa yang menerapkan prokes. (foto: dok)


JAKARTA, LARAS POST - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengizinkan warganya menggelar resepsi pernikahan di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Kebijakan ini diberlakukan menyusul jumlah kasus yang terpapar Covid-19 alami penurunan. 


Kendati demikian kegiatan tersebut harus mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Di samping itu, mendapat izin dari dinas terkait, seperti Satgas Gugus Tugas Covid-19 setempat, dan juga Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Pemprov DKI Jakarta. 


Tentu saja kebijakan terbaru Pemprov DKI Jakarta ini disambut gembira oleh para calon pengantin, pengelola hotel, pemilik gedung, pengusaha katering dan tenaga pendukung lainnya yang bergerak di bidang jasa ini. 


Salah satu protokol kesehatan (prokes) yang wajib dilaksanakan adalah lokasi gedung harus memenuhi standar prokes dan sudah disetujui Disparekraf DKI Jakarta. Seperti kapasitas tamu maksimal 25%, menyediakan sabun dan air untuk cuci tangan, hand sanitizer, memakai masker dan menjaga jarak. 


Vendor katering dan pernikahan Nendia Primarasa menyebut kebijakan ini membawa angin segar bagi seluruh pelaku usaha terkait.


"Kami nyaris tidak bisa melakukan berbagai kegiatan di masa pandemi Covid-19. Tentunya ini kabar baik buat kami. Terima kasih kepada semua jajaran terkait. Calon pengantin senang mendengarnya termasuk juga pelaku wedding organizer lainnya," ungkap Heru Pujihartono, pemilik Nendia Primarasa catering & wedding organizer, saat ditemui di kantonya, jalan Bina Harapan No. 38 A, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta-Selatan, Selasa (17/11/2020).


Untuk itu, Nendia langsung berkoordinasi dengan para pengelola gedung yang telah mendapat izin menggelar resepsi. Gedung Aneka Tambang (Antam), misalnya, maksimal bisa menampung 400 orang untuk tiga sesi. Atau, dibagi perjam menjadi tiga sesi. Lalu di kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII), ada Sasono Adiguno, yang maksimal dibatasi 500 orang untuk dua sesi..Di sini ada juga Sasono Utomo. 


"Kami sudah bisa menggelar resepsi sesuai dengan prokes yang berlaku di gedung-gedung yang mendapat izin. Kami harus menjalankan prokes dengan ketat, jangan sampai ada kluster baru. Acara harus berjalan lancar dan semua harus sehat," ucap Heru yang didampingi istrinya, Resti. 


Heru menjelaskan prokes yang dilakukan Nendia Primarasa sangat ketat. Mulai dari karyawwannya sampai dengan tamu undangan. 

Dimulai dengan parkir yang ditata rapi, kemudian saat tamu datang harus mencuci tangan dengan sabun. Kemudian, lanjut Heru, setiap yang datang di cek suhu tubuh satu per satu. 


"Setelah masuk para tamu undangan duduk dan menjaga jarak, kemudian makanan akan dihidangkan oleh petugas untuk diantar ke kursi undangan. Salaman kepada mempelai juga tidak bersentuhan, dengan cara salam namaste," papar Heru.


"Kepuasan pelanggan tetap kami utamakan, tetapi protokol kesehatan juga tak bisa kami abaikan," tegas Heru Pujihartono. (TB)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai