Breaking News

,

Indonesian Tour Leader Moslem Association Gelar Munas Pertama

Para peserta munas pertama  Indonesian Tour Leader Moslem Association (ITMA) berfoto bersama.


JAKARTA, LARAS POST -  Pandemi Covid-19 berdampak secara ekonomi bagi banyak pihak, termasuk pelaku bisnis tour travel. 

Terkait hal itu, Forum Halal Tourism (FHT) bersama pengusaha travel muslim  tergerak untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut.

Mereka kemudian membentuk sebuah wadah bernama Indonesian Tour Leader Moslem Association (ITMA).  

Ingin bergerak cepat, ITMA langsung menggelar  musyarawah nasional (Munas) pertama yang digelar di kantor ITMA, Wisma Albilad, Jalan Pondok Gede Raya, Pinang Ranti, Jakarta Timur Senin (25/1/2121).



Munas yang dilaksanakan secara virtual tersebut menghadirkan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama H. M. Arfi Hatim, M.Ag, Ketua ITMA  H. Iman Kadarisman, serta pengurus ITMA.

Dalam sambutannya, Arfi Hatim menyatakan, di munas pertama ini diharapkan ITMA dapat menciptakan usaha tour travel yang profesional. "Sehingga dapat berperan aktif dalam pengembangan wisata halal," tandasnya.

Arfi juga berharap munas pertama dapat menghasilkan keputusan-keputusan konkrit yaitu meningkatkan wisata halal. 

“Semoga mendapatkan manfaat yang luar biasa bagi kemajuan dan pengembangan wisata halal muslim,” tukasnya.

Sementara, Ketua ITMA  H. Iman Kadarisman mengucapkan terima kepada tour leader dari berbagai daerah yang telah bergabung di ITMA. 

Dia menambahkan, sebagai ‘rumah besar’, ITMA memiliki program pengembangan sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan ke depan. “Dengan wadah ITMA ini bisa mengedukasi tantangan ke depan kepada anggota tour leader agar mereka dapat berkolaborasi dengan organisasi, baik itu yang dibawah Asosiasi Penyelenggara Umroh Haji maupun Pemerintah non Kementerian Pariwisata, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maupun Kementerian Agama. Karena kita mengharapkan dapat berkolaborasi dengan pemerintah dan pihak swasta dengan para vendor airlines dan sebagainya,” urai Iman. (egi/wan)


Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai