Breaking News

,

Pelatihan Mengolah Sampah Organik Menjadi Larutan Eco Enzyme yang Bermanfaat untuk Manusia dan Alam

Sueb dan Laili Hanum saat memberikan pelatihan cara membuat obat herbal alami dari bahan sampah organik (sampah rumah tangga), di Sekretariat RW 03, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Jum'at (9/04).

JAKARTA, LARAS POST - Ketua RW 03, Hermansyah, melakukan pelatihan cara membuat obat herbal alami dari bahan sampah kulit buah dan sayuran, di Sekretariat RW 03, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Jum'at (9/4/2021).

Sueb dan Laili Hanum, selaku pelatih mengatakan, Eco Enzyme larutan Natural Multi guna hasil fermentasi sampah organik (sampah rumah tangga) ini sangat bermanfaat dan berkhasiat untuk mengobati luka luar, luka bakar, bisulan di mata, tergores, meredakan infeksi dan alergi pada anak.

Selain untuk obat, manfaat lainnya bisa untuk  menyuburkan tanah, pemupukan, penjernihan kolam air hujan, dan pengairan sawah.

"Tidak hanya itu saja Eco Enzyme ini juga  bisa dipergunakan untuk membersihkan perlengkapan rumah tangga, pel lantai, dan juga membersihkan toilet, serta menghilangkan bau tak sedap dilingkungan rumah," paparnya. 

Lebih lanjut Sueb mengemukakan, dengan membuat Eco Enzyme dirumah, kita telah mengolah sebagian besar sampah kita dan mengurangi beban TPA. 

"Sampah kulit buah dan sayuran dari yang tidak bermanfaat kita olah menjadi sampah yang bermanfaat " terangnya. 

Seperti di ketahui 70 % sampah yang terbuang di TPA adalah sampah organik yang menimbulkan bau tidak sedap dilingkungan, mengurangi tingkat daur ulang plastik, serta memberi resiko terjadinya ledakan di TPA, pembusukan sampah organik juga menghasilkan gas metana.

Eco Enzyme sangat bermanfaat untuk kesehatan, baik di lingkungan keluarga, maupun masyarakat pada umumnya.

Eco Enzyim pertama kali ditemukan oleh Dr Rosukon Poompanvong asal Thailand yang melakukan penelitian sejak Tahun 1980-an. Eco Enzyme dikembangkan dan diperkenalkan lebih luas oleh Dr Joean Oon seorang peneliti Naturopathy asal Penang Malaysia.

Di Indonesia sendiri, Eco Enzyme ini sudah banyak hampir di seluruh Provinsi.

"Karena manfaat nya banyak, dan sudah di akui PBB " ungkapnya.

Dengan adanya pelatihan pengolahan limbah sampah kulit buah dan sayuran ini, warga yang sudah mengikuti pelatihan dapat mengolah limbah sampah sendiri dirumah.

"Untuk  warga yang telah mengikuti pelatihan ini dapat mengolah sampah dapur yang biasanya dibuang, diolah yang nantinya bermanfaat untuk dirinya sendiri dan orang lain." ujar Sueb kepada LARAS POST.

Sementara ketua RW O3 Hermansyah, mengatakan dengan adanya pelatihan ini membawa dampak yang positive, menambah wawasan dan ilmu kepada warganya terlebih di masa pandemi saat ini.

"Pelatihan ini sangat bagus, dimasa pendemi ini kesehatan menjadi factor utama yang harus di perhatikan " tukasnya.

Bahkan, lanjut Hermansyah, minimal dengan adanya pelatihan ini, kesehatan untuk diri sendiri dan keluarga bisa teratasi, sebagai titik awal untuk menjaga kesehatan.

"Kesehatan untuk diri sendiri dan keluarga sebagai modal dasar untuk mengurangi masa pandemi, dan untuk menjaga kesehatan, bisa kita sampaikan hal ini kepada yang ada disekitar kita." pungkas Hermansyah. 

Pelatihan Eco Enzyme ini dihadiri oleh Lurah Bambu Apus, Dodo Supendi, ketua LMK, pengurus RW, ketua RT se-RW 03, Kader Jumantik dan Dasawisma. (Yn)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai