Breaking News

,

Meski Gagal Tak Penuhi Target Tetap Semangat dan Lupakan Hasil Papua, Pengprov IMI DKI Tatap PON XXI/2024

Dodi Irawan Manager tim bermotor DKI Jakarta PON XX Papua 2020.

JAKARTA, LARAS POST - Laga cabang olahraga bermotor PON XX papua 2021 secara resmi telah berakhir. Tim bermotor DKI juga telah kembali ke ibukota secara bertahap. Pada tahap awal rombongan atlet bermotor nomor road race dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengprov IMI DKI Jakarta Anondo Eko Oetomo, tiba pada Minggu (10/10/2021) malam. Kemudian rombongan kedua atlet dan tim pendamping motocross dipimpin oleh manajer tim Dodi Irawan, juga tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta Cengkareng, Tangerang Banten. 

Meski "gagal" memenuhi target sapu bersih medali emas dari delapan kelas yang dipertandingkan, Manager Tim Cabor Bermotor DKI Jaya, Dodi Irawan mengaku cukup puas dengan pencapaian timnya yang meraih satu emas, satu perak dan satu perunggu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. "Sebenarnya hasil ini jauh dari harapan, jauh dari target kita. Tapi ya cukup puaslah dengan hasil ini. Kita bersyukur pebalap kita bisa sehat wal afiat dan bisa kembali kekeluarganya," ungkap Dodi saat penjemputan kontingen bermotor oleh sub posko kontingen DKI Jakarta di lobi penjemputan terminal 3 Bandara Soetta, Senin malam.

Sekretaris Umum Pengprov IMI DKI ini mengakui banyak faktor non-teknis yang menjadi kendala tim bermotor di tengah tekanan tim tuan rumah. Faktor non teknis itu sangat kentara di nomor road race saat dua pebalap DKI jatuh di dua nomor yang berbeda. Bahkan pebalap Andi Muhammad Fadli harus menginap di RS akibat dislokasi tulang hasta usai keluar lintasan dan jatuh berguling di tanah.

“Ya, kami memang benar-benar berjuang keras mengatasi kendala non-teknis itu. Berkat dukungan CdM DKI di Merauke bapak Gde Sardjana dan juga pengurus KONI DKI Jaya lainnya, semangat serta mental anak-anak bisa terjaga. Saya berharap pada PON Aceh-Sumut 2024 mendatang penyelenggara lebih fair lagi,” ungkapnya.

Ketum Pengprov IMI DKI Anondo Eko Oetomo yang akrab disapa dengan Eko sebelumnya juga tidak habis pikir, atlet bermotor DKI yang berlaga di sirkuit Freegeb Waninggap Tanah Miring Kabupaten Merauke, Papua datang ke provinsi paling timur di Indonesia itu dengan segudang prestasi tingkat nasional dan internasional jauh diatas rata-rata pebalap daerah. Dengan latar belakang pebalap itu tanpa bermaksud jumawa Eko menjuluki timnya dengan The Dream Team. Namun pada akhirnya tim DKI harus puas menyaksikan tim tuan rumah di podium medali. 

"Pebalap kita ini predator semua mas. Pembunuh berdarah dingin. Begitu sudah di arena balapan baik roadrace maupun motocross semua lawan dilibas tanpa ampun. Bisa di cek peraih emas PON khususnya dari Papua apa ada yang pernah juara di Kejurnas roadace dan motocross," ungkap Eko sapaan akrab Anondo.

Menurutnya, usai Q3 penentuan hasil kualifikasi terakhir sebelum balapan dimulai. Masing-masing Pebalap tentunya sudah menjajal settingan yang pas sehari sebelum race. Setelah stelan dirasa cocok, semua sepeda motor di karantina dengan penjagaan panitia. Namun pada hari H race, panpel merubah regulasi secara tiba-tiba dan mekanik harus kembali bekerja keras mengubah settingan motor.

"Panitia merubah regulasi last minute. Settingan motor saat Q3 dan race berubah semua termasuk juga penggunaan bahan bakar. Ya kita bisa lihat sendiri saat trek lurus, pebalap tuan rumah selalu unggul jauh padahal motor sama. Anak-anak kita setengah mati ngegas masih aja gak ke uber. Tapi apapun hasil di Papua ini kita terima dengan segala kekurangannya, Kita lihat nanti di PON Sumut-Aceh 2024 mereka (peraih emas PON Papua) bisa juara lagi gak," kata Eko. (Her)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai