Breaking News

,

Sukses Raih Piala Thomas Tercoreng, Hariyanto Arbi: Menpora segera Lakukan Pembenahan di Lembaga Anti Doping

Hariyanto Arbi.

MERAUKE, LARAS POST -Sinisuka Ginting dan kawan-kawan membawa Piala Thomas ke Indonesia sanggat membanggakan. 

“Setelah 19 tahun puasa gelar, akhirnya kita bisa kembali membawa pulang Piala Thomas. Ini sungguh prestasi yang membanggakan sekaligus mengharukan. Selamat kepada seluruh atlet dan pelatih yang telah mengharumkan nama Indonesia,” ujar Hariyanto Arbi, mantan anggota tim Piala Thomas Indonesia, Senin (18/10/2021).

Tim Piala Thomas Indonesia tampil gemilang untuk mengalahkan China 3-0 pada laga final di Aarhus, Denmark, Minggu (17/10) malam. Indonesia terakhir memenangi Piala Thomas pada 2022.

Momentum tersebut selayaknya dijaga, kata Juara Dunia Bulutangkis 1995 tersebut, dengan terus meningkatkan pembinaaan atlet dan mencari bibit-bibit baru. 

Bersamaan dengan kemenangan ini, Hariyanto Arbi juga menyayangkan Indonesia harus terkena sanksi dari World Anti-Doping Agency (WADA). Karena itu, Indonesia tak bisa mengibarkan Sang Merah Putih di podium Piala Thomas 2020.

“Sanksi tersebut secara jelas memperlihatkan ada yang tidak beres dalam pengelolaan olahraga kita. Kemenangan kita di Piala Thomas tercoreng ketika Merah Putih tidak bisa berkibar,” kata Hariyanto Arbi, yang juga juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Ia melanjutkan, Kemenpora seharusnya mengambil pelajaran dari kasus ini. Pembenahan harus segera dilakukan. 

“Para pemain jatuh bangun berlatih dan bertanding, pengurus olah raga tidak maksimal mengelola hal-hal administratif seperti standar doping. Ke depan, selayaknya hal-hal seperti itu tak terjadi lagi,” pungkas Hariyanto.

WADA menyebut Indonesia tidak patuh karena tidak menerapkan program pengujian yang efektif. Imbasnya, Indonesia dinyatakan tidak berhak menjadi tuan rumah kejuaraan regional hingga dunia selama penangguhan. 

Indonesia masih diperbolehkan ikut pertandingan-pertandingan di kejuaraan regional, kontinental, dan dunia tapi tidak diperbolehkan membawa nama dan mengibarkan bendera negara selain di ajang Olimpiade. (Tb)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai