Breaking News

,

Bukan Pribadi, tetapi Keputusan Kolektif Kolegial Berlaku di PSSI

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (tengah), pelatih Timnas Shin Tae-yong (kanan) dan Anggota EXCO PSSI Haruna Sumitro (kiri).

JAKARTA, LARAS POST - Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan memahami dan memaklumi jika dalam diskusi internal sering terjadi pedebatan. Hal itu biasa terjadi dalam sebuah organisasi. Namun, keputusan akhir tetap berada di ketua umum dan Exco PSSI.

"Lebih baik debat sengit di dalam untuk menghasilkan keputusan yang berkualitas. Akan tetapi, setelah diskusi, keputusan tetap berada di ketua umum dan komite eksekutif," ujar Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

Pernyataan Yunus itu sekaligus menjawab pertanyaan banyak pihak terkait wawancara Exco PSSI Haruna Sumitro dalam sebuah podcast. 

Saat itu Haruna mengkritik performa pelatih Shin Tae-yong terkait hasil di Piala AFF 2020 dan program naturalisasi yang kini sedang didalami oleh PSSI.

Kritik Haruna itu terjadi saat evaluasi terhadap kinerja pelatih asal Korea Selatan itu dalam rapat internal yang dihadiri Mochamad Iriawan, Waketum Iwan Budianto, Yunus Nusi, Wasekjen Maaike Ira Puspita, Exco Endri Erawan, Vivin Sungkono, dan Direktur Teknik Indra Sjafri.

"Tidak penting itu sebuah proses. Yang paling penting adalah hasil. Apapun latihannya kalau tidak juara, ya belum dikatakan juara. Indonesia sudah enam kali masuk final Piala AFF. Kalau sekarang tetap runner-up, ya bukan prestasi," demikian kritik Haruna soal hasil di Piala AFF 2020.

"Ketua umum memahami dan memaklumi pendapat dalam sebuah diskusi di internal PSSI tentang timnas Indonesia, baik itu diskusi menyangkut hasil Piala AFF 2020, naturalisasi, jadwal timnas. Bahkan apakah penting PSSI akan mengambil posisi sebagai tuan rumah dalam event 2022, baik itu Piala AFF maupun kualifikasi Piala Asia Juni 2022," ujar Yunus.

"Namun demikian, dalam diskusi dan rapat di internal PSSI, semua tetap menghargai sebuah keputusan yang bersifat kolektif kolegial. Keputusan kolektif kolegial PSSI itu antara lain tetap memberikan kepercayaan kepada Shin Tae-yong hingga 2023 sesuai kontrak. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang kontrak jika performa timnas terus meningkat." katanya.

Yunus juga menyinggung soal rencana naturalisasi terhadap 4 pemain yang memiliki darah Indonesia. PSSI saat ini menugaskan Exco Hasani Abdulgani untuk menindaklanjuti rencana ini. 

"Program naturalisasi ini berbeda dengan di zaman Christian Gonzales, Greg Nwokolo, Victor Igbonefo, Beto Gonzalves dll. Sekarang  murni yang memiliki darah Indonesia. Program naturalisasi juga keinginan dari STY (Shin Tae-yong)," imbuh mantan Ketua Asprov Kalimantan Timur itu.

Dalam progam ke depan, STY memang membutuhkan beberapa pemain untuk menutup kelemahan di beberapa posisi. Salah satunya di posisi striker. Nah, kelemahan itu akan ditambak. Salah satunya dengan program naturalisasi. (tb)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai