Breaking News

,

Pantau Harga Migor, Pangdam Jaya Sambangi Pasar Kramat Jati

Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budianto saat kunjungannya di Pasar Kramat Jati Jakarta Timur.

JAKARTA, LARAS POST - Guna memantau harga minyak goreng di pasaran, Pangdam Jaya Mayjen. TNI Untung Budianto berkunjung ke PD Pasar Jaya Kramat Jati Jakarta Timur, Kamis (26/5/22).

Pada kesempatan itu, turut mendampingi Pangdam Jaya, Danrem 051 WKR Brigjen TNI Yustinus Nono yulianto.SE.Msi, Asintel Kolenel inf  Jefri Aster, Kolenel Arah Stefi. kapendam Letkol CPM, Dwi Indra Irawan Dandim 0505. Kolonel Ahmad Yogo Kapolres Jakarta timur, Kombes, Budi Sartono. 

Dalam kunjungan kerjanya ini, Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budianto bersama rombongan, meninjau stand perdagangan Pasar Kramat Jati terkait kesedian Minyak Goreng (Migor). Selain itu, Pangdam Kaya berkesempatan meninjau para pedagang sekaligus berinteraksi kepada para pelaku usaha dagang. 

"Hari ini kita datang di Pasar Kramat Jati untuk mengecek distribusi pasar. Harga minyak goreng di Pasar Kramat Jati. Kita ketahui pemerintah sudah menetapkan harga tertinggi eceran, baik di tingkat distribusi, ataupun eceran," kata Untung.

"Tapi kita lihat hari ini harganya masih cukup tinggi, yaitu sekitar Rp 22.000 per kilo atau Rp 18.000 sekian per kilo, artinya masih mahal," ujarnya.

Pangdam jaya Mayjen TNI Untung Budiyono  saat memberikan keterangan kepada awak media 

Untung menjelaskan, tujuan dari peninjauan ini untuk mengetahui penyebab harga minyak goreng yang masih tinggi. Untung berharap harga minyak goreng di pasar bisa sesuai dengan harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

"Ini yang perlu kita ketahui permasalahannya apa. Kenapa harga masih cukup tinggi, sehingga kita akan pastikan nanti. Kita hadirkan di sini ada Kapolres dan sebagainya agar harga di pasar bisa sesuai yang ditetapkan pemerintah," ujarnya.

Lebih lanjut, Untung mengatakan pihaknya bersama kepolisian dan pemerintah akan menindaklanjuti permasalahan ini. Untung berharap harga minyak goreng nantinya dapat terjangkau oleh masyarakat.

"Itu salah satu yang kita mau lihat. Kenapa sih harga masih cukup tinggi. Apakah ada masalah, apakah ada mafia, itu yang akan kita selesaikan," katanya.

"Dengan mengunjungi pasar kita hanya menggerakan komitmen kita untuk sama-sama melakukan kegiatan ini agar harga di sini bisa dinikmati oleh rakyat ataupun pedagang dan distributor. Itu yang kita harapkan," pungkas Untung. (Egi)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai