Breaking News

,

Gelar Perkara Menjadi Solusi Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan



JAKARTA, LARAS POST - Bagi Melvin E Pontoh, harapan satu-satunya untuk mencari keadilan dalam perkara dugaan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan pihak Bank Mandiri cabang Tahuna, Sulawesi Utara adalah gelar perkara supaya terang  benderang.

Dikatakan Melvin, dengan adanya temuan Novum baru pihak Biro Wasidik Mabes Polri mau membuka kembali laporan terhadap Bank Mandiri cabang Tahuna yang sudah di SP3 oleh Polda Sulut dengan keterangan tidak cukup bukti.

"Ya saya sudah mendatangi Biro wasidik yang menangani wilayah Sulut, dan beliau mengatakan tinggal menunggu penjelasan dari penyidik Polda Sulut," ujar Melvin E Pontoh dalam rilisnya di Jakarta, Sabtu (18/6/2022).

Seperti diketahui, dirinya telah menerima surat dari Karowassidik dengan nomor B/9578/XI/RES/.7.5/2021/Bareskrim.

Isi dalam surat tersebut menyatakan, 'Apabila ditemukan fakta dan bukti baru (Novum) diharapkan kepada saudara untuk menyampaikannya kepada penyidik agar penyelidikan dapat dibuka kembali melalui gelar perkara di Ditreskrimsus Polda Sulawesi Utara'. 

Sebelumnya, Melvin pun mendatangi Biro wasidik yang menangani Sulut Kombes Pol Suherman. Menurut Melvin, Biro wasidik saat ini sedang menunggu klarifikasi Polda Sulut. 

Melvin  berharap kepada Kapolri untuk memegang teguh transparansi agar citra Polri di masyarakat makin membaik tentu dengan slogannya PRESISI (Prediktif, Transparasi, Responsibilitas dan Berkeadilan) agar bermanfaat bagi pencari keadilan khususnya dalam  penanganan kasus. 

"Sampai sekarang saya masih mencari keadilan yang menurut saya ganjal dan diduga kuat ada permainan. Dan saya berharap Mabes Polri bisa membantu saya dalamn mencari keadilan ini. Saya hanya masyarakat biasa yang taat kepada aturan," tandasnya. (Tim)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai