Breaking News

,

Polres Muba Ungkap Kasus Pemalsuan BBM Jenis Pertalite

Terduga pelaku Bur (kanan) ditahan di Mapolres Muba.


MUBA, LARAS POST - Jajaran Polres Musi Banyu Asin mengungkap terduga pelaku kasus pemalsuan BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis Pertalite dengan bahan minyak bumi olahan hasil penyulingan.

Petugas kepolisian berhasil menggerebek gudang tempat pemalsuan atau meniru bahan bakar minyak jenis Pertalite milik terduga pelaku berinisial Bur di Rt. 15 Rw. 01 Kel. Bayung Lencir Kec. Bayung lencir Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (22/11/2022) sekira pukul 00.01 Wib.

Terduga pelaku Bur yang berlamat Rt. 10 Rw. 01 Kel. Bayung Lencir Kec. Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin pun ditahan untuk dimintai keterangan berikut barang bukti.

Kapolres Muba AKBP Siswandi Sik melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Rio Andrian Sik mengatakan, barang bukti yang diamankan ada 4 (empat) buah tedmond yang terbuat dari plastik ukuran 1000 (seribu) liter yang berisi minyak yang telah ditiru atau dipalsukan menyerupai pertalite sebanyak kurang lebih 3000 (tiga ribu) Liter.

“78 (tujuh puluh delapan) buah derigen ukuran 35 (tiga puluh lima) liter yang berisikan minyak bensin hasil olahan dari penyulingan minyak tradisional dan 40 (empat puluh) buah derigen ukuran 35 (tiga puluh lima) liter berisikan Pertalite; dan 2 (dua) buah botol pewarna,” ucapnya.

Penggerekan tersebut berdasarkan informasi yang diterima terkait adanya gudang tempat penimbunan minyak, Tim gabungan Unit Pidsus Sat Reskrim Polres Muba dan Unit Reskrim Polsek Bayung Lencir Polres Muba melakukan penyelidikan. 

Setiba di lokasi gudang penimbunan minyak tersebut ditemukan terduga tersangka Bur Bin NANGCIK, dan kemudian tersangka dan barang bukti diamankan ke Polsek Bayung Lencir guna penyidikan lebih lanjut.

Tersangka mengakui dan membenarkan telah melakukan kegiatan meniru atau memalsukan bahan bakar minyak dan gas bumi dan hasil olahan, dan kegiatan tersebut sudah dilakukan oleh tersangka sejak tahun 2020. 

Tersangka menjelaskan kegiatan meniru atau memalsukan bahan bakar minyak dan gas bumi dan hasil olahan dilakukan dengan cara mencampurkan 600 (enam ratus) liter minyak pertalite dari SPBU dicampur dengan 400 (empat ratus) liter bensin dari hasil pengolahan, dan jika hasil pemalsuan tidak sempurna maka tersangka mencampurkan dengan pewarna bahan kimia sebanyak seperempat tutup derigen kedalam 1000 (seribu) liter yang sudah dipalsukan tersebut.

Terduga pelaku diancam pasal 54 UU RI No.22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun. (Rom)

Tidak ada komentar

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai